Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel siap tanggung biaya kepulangan 15 WNI korban penipuan di Kamboja

Jumat, 20 Februari 2026 20:02 WIB
Image Print
Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan 15 warga negara Indonesia (WNI) asal provinsi itu yang berada di Kamboja dalam kondisi aman.

Kepala BP3MI Sumsel Waydinsyah di Palembang, Jumat mengatakan proses pemulangan 15 WNI itu masih menunggu penyelesaian dokumen perjalanan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

BP3MI Sumsel terus memantau kondisi para WNI tersebut melalui komunikasi intensif, termasuk sambungan video dan pesan singkat.

"Kami pastikan 15 orang ini dalam keadaan aman. Kebutuhan makan terpenuhi dan kondisi mereka terus terpantau. Saat ini mereka menunggu proses dokumen yang sedang ditangani KBRI," katanya.

Ia menjelaskan 15 WNI tersebut diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja nonprosedural. Mereka awalnya dijanjikan bekerja di restoran di Malaysia, namun kemudian dibawa ke Kamboja dan dipekerjakan sebagai operator judi daring.

Berdasarkan pengecekan melalui sistem Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI), nama mereka tidak terdaftar sebagai pekerja migran resmi. Hal itu menandakan keberangkatan dilakukan tanpa prosedur sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Negara Kamboja tidak dibuka untuk penempatan pekerja migran Indonesia, terlebih untuk pekerjaan operator judi. Modusnya dijanjikan kerja di Malaysia, lalu dibawa melewati perbatasan hingga ke Kamboja. Sesampainya di sana, dokumen paspor biasanya disita oleh sindikat," jelasnya.

Saat ini para WNI tersebut berada di bawah perlindungan otoritas setempat sambil menunggu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan izin keluar (exit permit) dari Pemerintah Kamboja.

BP3MI Sumsel juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terkait proses pemulangan. Pemprov disebut siap menanggung biaya tiket kepulangan setelah dokumen perjalanan dari Kementerian Luar Negeri melalui KBRI rampung diproses.

BP3MI Sumsel juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja dengan iming-iming gaji tinggi tanpa prosedur resmi dan perjanjian kerja yang jelas.

"Pastikan selalu berkonsultasi dengan pemerintah daerah atau BP3MI sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri agar terhindar dari praktik penipuan," kata Waydinsyah.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026