Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel jamin hewan kurban bebas PMK

Kamis, 21 Mei 2026 21:12 WIB
Image Print
Sapi untuk kurban Hari Raya Idul Adha. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan menjamin sapi dan kambing yang dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 ini bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Berdasarkan pengecekan petugas yang melakukan pelayanan vaksinasi PMK di sentra peternakan sapi dan kambing di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi ini, hewan ternak itu tidak ada yang terindikasi terinveksi penyakit," kata Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Efendi di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan, menghadapi Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, pihaknya mengintensifkan kegiatan pelayanan vaksinasi PMK untuk memastikan hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat.

"Beberapa bulan terakhir kami telah melakukan pelayanan vaksinasi PMK ke sentra peternakan sapi, menghadapi Idul Adha kegiatan itu lebih diintensifkan lagi," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan pelayanan vaksinasi PMK terhadap hewan ternak yang biasa dijadikan masyarakat untuk kurban, sebagai upaya pencegahan, bukan karena ditemukan kasus penyakit tersebut di wilayah provinsi ini.

Melalui upaya tersebut diharapkan sapi dan kambing yang dibeli masyarakat atau beredar di pasaran terjamin kesehatannya dan terbebas dari PMK.

Untuk melakukan kegiatan tersebut, pihaknya mendapat pasokan 41 ribu dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat.

Pelayanan vaksinasi PMK dilakukan dengan cara petugas mengunjungi sentra peternakan sapi yang ada di 17 kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel.

Selain memberikan pelayanan vaksinasi, untuk mencegah timbulnya kasus PMK di sentra peternakan sapi, pihaknya mengimbau peternak menjaga kebersihan kandang serta segera melaporkan apabila menemukan gejala PMK pada ternaknya seperti luka di mulut dan kaki atau penurunan nafsu makan.

Kemudian melakukan pengawasan ketat lalu lintas hewan ternak yang dijadikan hewan kurban atau untuk konsumsi masyarakat sehari-hari dari sejumlah provinsi sekitar wilayah Sumsel, jelas Ruzuan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026