Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menurunkan secara intensif Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) hingga ke pelosok kelurahan dalam 18 kecamatan untuk mempercepat penurunan kasus stunting.
"Untuk menekan kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting), Tim TPPS diturunkan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan stunting," kata Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, di Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, berdasarkan data, kasus stunting/tengkes di Ibu kota Sumsel itu secara bertahap berhasil diturunkan dalam beberapa tahun terakhir sekitar 15 persen.
Angka stunting itu akan terus diturunkan menjadi 14 persen sesuai target nasional hingga akhir 2025 ini," ujarnya.
Menurut dia, petugas yang tergabung dalam TPPS perlu intensif turun ke kawasan permukiman hingga pelosok kelurahan agar terjalin komunikasi yang baik antara petugas dan warga.
"Jalinan komunikasi yang baik antara petugas TPPS dengan masyarakat, dapat membantu melacak kasus stunting di wilayah 107 kelurahan dalam wilayah 18 kecamatan," jelasnya.
Anggota TPPS yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait, diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik untuk menyamakan persepsi dan berkomitmen penuh dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama-sama.
Jika di suatu wilayah kecamatan ada indikasi anak berpotensi stunting dapat diketahui dan dilakukan penanganan dengan cepat.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antaranggota TPPS, diharapkan permasalahan stunting di kota ini dapat ditangani dengan baik dan angka kasusnya bisa diturunkan sesuai target, harap Wawako Palembang.
Pemkot Palembang turunkan tim percepatan penurunan stunting
Arsip foto - Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam. ANTARA/M Imam Pramana
