Kemudian, memberikan pengobatan Tuberkulosis Preventive Treatment (TPT) kepada masyarakat di wilayah itu yang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis.
Pihaknya juga menjalin kolaborasi lintas program dalam penjaringan terduga TBC di jejaring internal fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di wilayah itu.
"Dinas Kesehatan OKU juga melalui tenaga kesehatan di seluruh puskesmas melakukan uji skrining di tempat-tempat yang disinyalir berisiko TBC," ujarnya.
Untuk mengurangi risiko penularan TBC, masyarakat juga diimbau mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, memakai masker dan memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
"Melalui upaya-upaya ini diharapkan Kabupaten OKU benar-benar bebas dari penyebaran penyakit TBC," ujar dia.
