Kapal Jembatan Musi II kandas di Pulau Suwangi akibat kabut tebal dan angin kencang

id Kapal Jembatan Musi II, Kapal Jembatan Musi II kandas, berita tanah bumbu

Kapal Jembatan Musi II kandas di Pulau Suwangi  akibat kabut tebal dan angin kencang

Kapal kandas. (ANTARA/Ist)

Banjarmasin (ANTARA) - Kapal Jembatan Musi II dengan penumpang dari Pelabuhan Fery Batulicin, Tanah Bumbu menuju Pelabuhan Tanjung Serdang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, kandas di timur Pulau Suwangi akibat kabut tebal hujan dan angin kencang sejak pukul 11.40 Wita.

Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Persero Cabang Batulicin, Masagus Hamdani melalui Manager Usaha Akhmad Sunedi di Tanah Bumbu, Kamis, mengatakan kapal tersebut membawa penumpang sekitar 23 orang, kendaraan roda dua tujuh unit, mobil sejenis truk empat unit, dan mobil sekelas kijang dua unit.

"Kini semua penumpang orang sudah dilakukan evakuasi menggunakan kapal patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Batulicin bersama kapal patroli milik Pol Air Polres Tanah Bumbu menuju Pelabuhan Tanjung Serdang, dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.

Dia menjelaskan hingga saat ini badan kapal belum dapat digerakkan akibat kandas. Petugas menunggu air pasang untuk melakukan evakuasi badan kapal tersebut.

Kendalanya saat ini, Kapal Jembatan Musi II belum dapat dilakukan evakuasi ke tengah laut akibat dangkalnya air. Apabila hal tersebut tetap dipaksakan dikhawartirkan kapal yang akan di evakuasi mengalami hal yang sama.

Secara terpaksa, kru Kapal Jembatan Musi II harus menunggu pasang air laut agar kapal tersebut dapat bergerak. Diperkirakan air laut pasang akan terjadi sekitar pukul 23.00 Wita.

Saat ini, petugas juga menyiapkan kapal besar untuk tetap berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Meski demikian pelayanan pelayaran terhadap calon penumpang kapal dari Batulicin-Tanjung Serdang dan sebaliknya, tetap dapat terlayani menggunakan kapal lain milik PT ASDP sendiri," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar