BPJAMSOSTEK Sumsel bayar JHT Rp647,73 miliar

id BPJAMSOSTEK,tenaga kerja,jaminan hari tua,klaim jht,asuransi,asuransi jiwa

BPJAMSOSTEK Sumsel bayar JHT Rp647,73 miliar

Petugas pelayanan berkomunikasi dengan Peserta BPJAMSOSTEK secara daring di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Salemba, Jakarta, Kamis (25/6/2020). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz)

Palembang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Wilayah Sumatera Bagian Selatan telah membayar Jaminan Hari tua senilai Rp647,73 miliar pada semester I/2020.

Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Kanwil Sumbagsel, Arief Budiarto, mengatakan klaim jaminan, termasuk JHT, saat ini telah dipermudah karena adanya layanan daring.

“Selama periode 25 Juni 2020, kami sudah membayarkan santunan JHT untuk 66.275 kasus. Ada yang dilayani secara online karena saat ini sedang pandemi COVID-19,” kata dia.

Arief menambahkan pihaknya gencar melayani peserta dengan sistem daring, termasuk untuk klaim jaminan, sebagai upaya pencegahan Covid-19 selama masa pandemi.

Adapun layanan daring yang telah dibentuk badan tersebut berupa Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Fisik) dengan memanfaatkan teknologi informasi.  

Bahkan, kata Arief, terdapat 33.941 antrean online di Lapak Asik Sumbagsel selama periode 23 Maret sampai dengan 30 Juni 2020.

“Jumlah peserta yang dilayani secara online memang terus meningkat pada periode tersebut. Ini juga bagian dari upaya kami untuk tetap memberlakukan jaga jarak di masa pandemi,” kata dia.

Arief melanjutkan pihaknya menerapkan tiga pola layanan dalam program Lapak Asik. Selain online klaim, ada pula kolektif perusahaan dan penerimaan berkas manual atau offline klaim.

Ia mengatakan untuk pengajuan klaim manual sebanyak 21.029 klaim dan 407 klaim kolektif.

“Kita secara tidak langsung diarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak fisik dengan menyediakan beragam kemudahan,” kata dia.

Pihaknya pun memastikan layanan online yang disediakan BPJAMSOSTEK tetap mengusung keamanan dan kerahasiaan data peserta.

Arief menambahkan, sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, BPJAMSOSTEK mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.

Secara nasional, kata dia, jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8.000 orang, di masa new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15.000 orang.

Bahkan pada tanggal 2 Juli, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia.

“Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian Customer Service,” kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar