Logo Header Antaranews Sumsel

Gubernur Sumsel pastikan stok beras aman meski musim kemarau

Rabu, 2 September 2026 19:11 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Palembang, Rabu (2/9/2026). (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan ketersediaan beras di wilayahnya tetap aman meski daerah tersebut tengah menghadapi musim kemarau.

“Stok beras kita aman. Kalau tidak ada tambahan pun, stok yang ada masih cukup untuk sekitar 10 bulan,” kata Herman Deru saat kegiatan Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 TVRI di Palembang, Rabu.

Ia mengatakan kondisi musim kemarau tidak serta-merta mengganggu produksi beras di Sumsel. Sejumlah daerah masih dapat melakukan panen, sehingga pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

Bahkan, produksi gabah di Sumsel masih mampu memenuhi kebutuhan daerah dan sebagian hasilnya dapat dipasok ke sejumlah provinsi lain di luar Sumatera.

“Sumsel ini masih bisa panen. Kita juga masih mengirim gabah ke daerah lain, bahkan ada yang sampai ke luar Sumatera,” ujarnya.

Pihaknya juga terus berupaya menjaga produksi pertanian, termasuk dengan mengoptimalkan ketersediaan air bagi lahan pertanian di sejumlah wilayah. Salah satunya, melalui pemanfaatan pompa untuk membantu pengairan lahan yang terdampak kondisi kering.

Selain memastikan stok, Pemprov Sumsel bersama Perum Bulog dan Bank Indonesia juga menyiapkan langkah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Pemerintah berencana menyediakan kios di sejumlah pasar yang dapat digunakan untuk menjual beras secara langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan.

Ia juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi berkurangnya beras premium di sejumlah tempat penjualan.

Kondisi tersebut bukan berarti Sumsel mengalami kekurangan beras secara keseluruhan. Beras premium merupakan produk yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah dan memiliki biaya kemasan serta distribusi yang lebih tinggi.

“Beras premium ini kelasnya memang berbeda. Jadi jangan sampai masyarakat panik kemudian memborong beras,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat melaporkan apabila menemukan harga beras medium di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Bulog akan terus memperkuat distribusi pangan murah melalui Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Dalam kegiatan GPM tersebut, beras SPHP dijual Rp57.000 per kemasan lima kilogram. Komoditas lain yang tersedia antara lain gula Rp17.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp15.500 per liter, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp33.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp28.000 per kilogram.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026