Update 30 Mei: Warga Sumsel sembuh dari infeksi COVID-19 terus bertambah, terbanyak dari Palembang

id covid sumsel,covid-19,info sumsel,virus corona,pasien covid-19 sembuh,pasien corona sembuh,tim gugus sumsel,pasien covid-19 sumsel sembuh bertambah

Update 30 Mei: Warga Sumsel sembuh dari infeksi COVID-19 terus bertambah,  terbanyak dari Palembang

Petugas kesehatan berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap mengambil sampel darah salah seorang jurnalis pada rapid test di Rumah Sehat COVID-19 Jakabaring Palembang, Sumsel, Sabtu (30/5/2020). Rapid test tersebut diinisiasi oleh sejumlah organisasi Jurnalis dan didukung Pemprov Sumsel guna mencegah penyebaran COVID-19 di daerah itu. (ANTARA/Feny Selly/I016/2020)

Total kasus sembuh di Sumsel saat ini ada 194 orang, mudah-mudahan jumlahnya terus bertambah
Palembang (ANTARA) - Warga Sumatera Selatan yang sembuh dari infeksi COVID-19 kembali bertambah 25 orang sehingga total  menjadi 194 orang pada 30 Mei, sementara kasus positif bertambah 10 kasus namun cenderung menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang, mengatakan penambahan kasus sembuh pada hari ini Sabtu (30/5) berasal dari Kota Palembang (20 orang), serta Muba, OKI, Banyuasin, OI, dan OKU masing-masing satu orang.

"Total kasus sembuh di Sumsel saat ini ada 194 orang, mudah-mudahan jumlahnya terus bertambah," ujarnya.

Penambahan tersebut membuat angka kesembuhan di Kota Palembang telah mencapai 107 orang dan tercatat paling banyak di Sumsel.

Kasus sembuh lainnya menyebar di Kota Lubuklinggau (30 orang), Muara Enim (13 orang), Banyuasin (sembilan orang), Prabumulih (tujuh orang), OKU (tujuh orang), Ogan Ilir (lima orang), Musi Banyuasin (dua orang), serta Pagaralam dan Musi Rawas masing-masing satu orang, serta dari luar Sumsel lima orang.

Baca juga: Dua anak di OKU positif terinfeksi COVID-19

Baca juga: Nenek usia 100 tahun sembuh dari COVID-19


Menurut dia,  bertambahnya angka kesembuhan tersebut karena beberapa rumah sakit di Sumsel sudah dapat menguji swab kasus positif sendiri, tidak lagi harus menunggu antrian di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Sementara tambahan 10 kasus positif pada hari ini menjadikan temuan di Sumsel berjumlah 963 kasus, namun berdasarkan periode harian tampak menunjukan tren penurunan sejak empat hari terakhir, dari 56 kasus ke 47 kasus lalu turun 26 kasus dan berlanjut ke 10 kasus.

Total 963 kasus positif COVID-19 itu menyebar di Kota Palembang (zona merah) sebanyak 549 kasus, disusul Kota Lubuklinggau (zona merah) 73 kasus, Kabupaten Banyuasin (zona merah) 69 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 61 kasus, Kabupaten Ogan Ilir (zona kuning) 53 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ulu (zona merah) 35 kasus, dan Kota Prabumulih (zona merah) 33 kasus.

Kasus lainnya tersebar di 10 wilayah zona kuning, yakni Kabupaten Musi Rawas Utara (19), Musi Rawas (17), Muara Enim (15), Musi Banyuasin (12), Lahat (delapan), OKU Timur (delapan), serta OKU Selatan, Pagaralam, PALI dan Empat Lawang (satu), khusus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: Update 29 Mei: Pasien positif COVID-19 di Sumsel sembuh 42 orang, namun kasus positif terinfeksi bertambah 12 orang

Baca juga: Gubernur Sumsel fasilitasi wartawan tes cepat COVID-19

Dari 963 total kasus, 31 orang di antaranya meninggal dunia dengan mayoritas disertai penyakit bawaan, kata dia, angka meninggal itu juga masih terukur normal sesuai rata-rata dunia.

Gugus tugas sumsel kembali mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan pola pencegahan COVID-19 dengan memakai masker dan jaga jarak, terutama di wilayah yang mulai bergerak menuju normal baru agar tidak terjadi peningkatan kasus.

"Kami meminta pakailah masker, memang rasanya tidak nyaman kalau harus dipakai seharian, tapi itulah cara yang paling aman, silahkan pilih mau nyaman atau aman," kata Yusri menegaskan.

Baca juga: Kurva COVID-19 Sumsel samar-samar karena 2.280 orang masih uji swab
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar