Hewan kurban, diberi jamu dan dipijat

id Hewan, qurban, pijat, jamu

Hewan kurban, diberi jamu dan dipijat

Penjual hewan kurban memberi makan sapi dagangannya di Jakarta, Rabu (10/7/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama)

Jakarta (ANTARA) - Hewan kurban biasanya mendapat perawatan ekstra agar kondisinya tetap sehat dan laku terjual dengan harga pantas, seperti disampaikan Wagino, pedagang sapi di kawasan Duren Sawit, Jakarta.

"Kita biasanya kasih sapi-sapi ini kayak ramuan 'jamu' misalnya madu atau air tebu itu untuk menambah nafsu makan sama minum," kata Wagino, Sabtu.

Tidak hanya diberi "jamu", hewan kurban juga mendapat perlakuan khusus yakni dipijat sebelum diberangkatkan dan setelah tiba di Jakarta.

"Kalau dipijat bener ya biasanya sebelum diberangkatkan ke Jakarta sama pas nyampe dua hari lah, soalnya kan pengirimannya lewat laut jadi suka pada mabok sama pegel-pegel juga sapinya," ujarnya.

Ia mendatangkan sapi-sapinya dari Bali. Ada kalanya sapi itu lemas dan tidak nafsu makan ketika sampai di Jakarta sehingga mudah sakit, bahkan mati.

"Kalau sudah sampai sini tuh kadang udah kehilangan stamina dan enggak mau makan, nah kalau dah gitu bisa sakit atau mati. Makanya jamu sama pijat itu perlu," kata Wagino.


 
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar