Logo Header Antaranews Sumsel

101 pekebun sawit di Ogan Komering Ilir ikuti pelatihan penerapan standar ISPO

Kamis, 11 Juni 2026 05:40 WIB
Image Print
Sebanyak 101 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan sekaligus mendorong praktik budidaya sawit yang berkelanjutan. ANTARA/HO/Disbun Sumsel

Palembang (ANTARA) - Sebanyak 101 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong praktik budidaya sawit yang berkelanjutan.

Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan, Tulus Margono dalam keterangannya di Palembang, Rabu, mengatakan pelatihan tersebut berlangsung di Palembang pada 9-14 Juni 2026.

Pelatihan tersebut, tambah dia, digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma bekerja sama dengan PT Iskol Agridaya Internasional.

Sebanyak 101 peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kelompok pekebun sawit rakyat di Kabupaten OKI. Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, peserta dibagi ke dalam tiga kelas yang masing-masing berjumlah 32 orang, 34 orang, dan 35 orang.

Penerapan standar ISPO memiliki peran strategis dalam meningkatkan tata kelola perkebunan sawit nasional sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.

Peningkatan kapasitas pekebun menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung terwujudnya perkebunan kelapa sawit rakyat yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memahami prinsip, kriteria, dan indikator ISPO sehingga mampu menerapkan dalam pengelolaan kebun masing-masing," kata Tulus.

Selain mendukung aspek keberlanjutan lingkungan, implementasi standar tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI Dedi Kurniawan mengatakan penguatan kelembagaan pekebun menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan penerapan ISPO di tingkat lapangan.

Menurutnya, kelompok tani yang memiliki kelembagaan kuat akan lebih mudah mengakses program pengembangan perkebunan serta memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam rantai usaha kelapa sawit.

"Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan di lapangan dan dibagikan kepada pekebun lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Havizman mengatakan pelatihan implementasi ISPO memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan di daerah tersebut.

Melalui pelatihan itu peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mendorong penerapan praktik perkebunan sesuai standar keberlanjutan di wilayah masing-masing.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026