Rokok elektrik tetap berbahaya meski minim nikotin

id vape,rokok elektrik,nikotin,rokok,kesehatan

Rokok elektrik tetap berbahaya meski minim nikotin

Seorang pedagang rokok elektronik (e-cigarette) memperlihatkan tiga buah roko elektrik di pusat penjualan rokok elektrik (ANTARA FOTO)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dan Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia, dr Ardini Raksanagara mengatakan rokok elektrik tetap membahayakan meskipun kandungan nikotin dipanasin. 

"Nikotin yang dibakar atau orang yang merokok aktif memang lebih bahaya dibanding orang menggunakan rokok elektrik (vape) dengan cara dipanasin bisa menurunkan 90 persen tingkat bahaya," ujarnya pada diskusi tentang produk tembakau alternatif, Rabu. 

Dijelaskannya, pada rokok yang menggunakan tembakau yang dibakar, tentu asapnya sangat membahayakan bagi orang yang terpapar. Sedangkan rokok elektrik yang dihasilkan uap air, tapi kandungan cairan rokok elektrik mengandung zat kimia yang tetap membahayakan bagi tubuh.

Seharusnya perokok dan masyarakat luas perlu dieduksi mengenai zat berbahaya yang terkandung dalam rokok seperti tar zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran. 

Dengan pemahaman yang utuh seseorang bisa termotivasi dan akhirnya berpatisipasi aktif dalam gerakan menurunkan penyakit akibat rokok," harapnya. 

Kata dr Ardini, penyakit yang disebabkan tar ini tidak hanya penyakit menular seperti tubercolosis dan demam berdarah.

"Bahkan penyakit tidak menular seperti jantung masih sangat tinggi," tutupnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar