Logo Header Antaranews Sumsel

Bulog: rugi beras prasejahtera tak ditebus

Kamis, 17 September 2015 22:37 WIB
Image Print
Bulog Sumsel luncurkan beras prasejahtera (Foto: antarasumsel.com/Fenny Selli/15)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Kepala Bulog Sub Divre III Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, Maizarani mengingatkan kepada masyarakat rugi jika tidak menebus beras jatah keluarga prasejahtera, sebab nilai tebusnya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran.

Harga beras jatah untuk keluarga prasejahtera (dulunya bernama beras keluarga miskin/raskin-red) hanya Rp1.600 per kilogram atau jauh lebih murah dibandingkan di pasaran mencapai Rp9.000 per kg, kata Maizarani di Baturaja, Kamis.

Menurut dia, nilai tebus beras jatah keluarga prasejahtera itu selisihnya jauh dibandingkan dengan beras di pasaran yang kualitasnya sama, sehingga sangat rugi bila tidak ditebus.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat sekitar akhir September ini Bulog akan merealisasikan penyaluran beras jatah keluarga prasejahtera ke 13 dan 14.

Sementara, untuk stok beras sampai saat ini masih aman dan realisasi beras prasejahtera ke 13 dan 14 tinggal menunggu instruksi pemerintah.

"Stok beras kita aman saat ini sekitar 20.000 ton, atau dapat memenuhi untuk kebutuhan beras di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan dan OKU Timur," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat musim kemarau ini tidak mempengaruhi penyerapan beras di petani, bahkan target 20.000 ton lebih bisa tercapai.

Hal ini dikarenakan, Bulog sudah menyerap beras petani di OKU Timur pada saat musim panen padi di bulan April.

"Panen pada April kemarin kita sudah memperkirakan bakal terjadi kemarau. Ternyata benar Agustus sudah terjadi. Untung saja penyerapan April lalu kita lakukan kalau tidak stok beras akan kurang," katanya.

Menurut Maizarani, memang kemarau tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil padi di OKU Timur. Namun sekarang ini petani menjual beras dengan harga tinggi sekitar Rp8.300 per kilogram, sementara harga beli pemerintah hanya Rp7.300 per kg.

Mengenai Bulog tidak menyerap beras dari Baturaja OKU dan Muaradua OKU Selatan melainkan lebih memilih Belitang OKU Timur, menurut Maizarani bukannya tidak mau.

Secara kualitas beras di daerah OKU, OKU Selatan dan OKU Timur sama-sama baik, namun harganya sangat mahal mencapai Rp8.000 ke atas. Sementara harga beli pemerintah hanya Rp7.300 per kg.

"Kita akan terus melakukan pendekatan dengan petani di OKU dan OKU Selatan. Kalau mereka mau menjual beras ke Bulog sesuai harga beli pemerintah, kita siap tampung, karena kualitasnya juga bagus," katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026