Logo Header Antaranews Sumsel

PLN targetkan lelang PLTU Sumsel Juli 2015

Kamis, 9 April 2015 16:51 WIB
Image Print
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT PLN (Persero) menargetkan proses lelang proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 9 dan 10 berkapasitas total 1.800 MW selesai Juli 2015.

Direktur Pengadaan dan Energi Primer PLN Amin Subekti di Jakarta, Kamis, mengatakan saat ini proses lelang masih berlangsung.

"Pada 18 Mei nanti, ada jadwal pemasukan harga penawaran," katanya.

Selanjutnya, menurut dia, proses evaluasi hingga penetapan pemenang lelang yang ditargetkan selesai dua bulan atau Juli 2015.

Amin menambahkan, pihaknya memakai dua batasan kalori yakni di atas dan bawah 3.000 kilokalori per kg untuk lelang PLTU Sumsel 9 dan 10.

Proyek PLTU Sumsel 9 berkapasitas 2x600 MW dan PLTU Sumsel 10 1x600 MW merupakan bagian dari rencana pembangunan pembangkit mulut tambang berdaya total 3.000 MW di Sumsel.

Selain Sumsel 9 dan 10, proyek lainnya adalah PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x600 MW yang dimenangi konsorsium PT Bukit Asam Tbk dan China Huadian Corp.

Daya sebesar 3.000 MW tersebut akan ditransfer ke Jawa melalui kabel transmisi dengan teknologi tegangan tinggi arus searah (high voltage direct current/HVDC).

Lingkup proyek transmisi HVDC Sumsel-Jabar sepanjang 700 km meliputi paket pekerjaan stasiun konverter arus bolak-balik (alternating current/AC) ke DC di Kabupaten Muara Enim, Sumsel dan stasiun inverter dari DC ke AC di Kabupaten Bogor, Jabar.

Lalu, saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 km dari Ketapang, Lampung menuju Salira, Banten, yang melintasi Selat Sunda.

Lainnya, saluran transmisi udara 500 kV DC dari Muara Enim ke Ketapang dan Salira ke Bogor.

Serta, saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim ke PLTU mulut tambang di Sumsel dan dari stasiun inverter Bogor ke sistem transmisi 500 kV Jawa-Bali.

Terakhir, paket pekerjaan saluran transmisi udara 275 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim ke sistem transmisi 275 kV Sumatera.

Kabel akan melewati Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir di Provinsi Sumatera Selatan.

Selanjutnya, disambung di Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan di Banten akan melewati Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak serta Kabupaten Bogor di Provinsi Jabar.

Proyek diperkirakan menelan investasi sekitar dua miliar dolar AS yang sebagian besar berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek HVDC interkoneksi Sumatera-Jawa telah disetujui Kementerian Lingkungan Hidup No 461 Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009.

Baik proyek PLTU mulut tambang maupun HVDC Sumsel-Jabar ditargetkan selesai 2019.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026