
Sumsel lakukan percepatan bedah rumah 13.000 unit

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan percepatan untuk menuntaskan perbaikan 13.000 rumah milik masyarakat miskin melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026.
"Untuk mempercepat pelaksanaan program bedah rumah tersebut, dilakukan koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi ini," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Kamis.
Menurut dia, dengan adanya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota, program bedah rumah diharapkan bisa berjalan sesuai target serta tepat sasaran.
Untuk mencegah terjadinya salah sasaran program perbaikan RTLH itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk memperkuat pendataan di lapangan.
Dengan memperkuat pendataan, diharapkan warga yang memenuhi kriteria dapat segera diverifikasi dan diusulkan sebagai penerima bantuan bedah rumah, katanya.
Dia menjelaskan pemerintah kabupaten dan kota diminta proaktif mendata serta memverifikasi masyarakat yang berhak menerima bantuan bedah rumah.
Petugas yang ditunjuk harus turun langsung ke lapangan dengan pola jemput bola agar program perbaikan rumah tidak layak huni dapat berjalan maksimal dan sesuai harapan bersama.
"Pentingnya memastikan proses pendataan tidak hanya menunggu masyarakat mengajukan bantuan. Jangan sampai masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, tetapi terkendala persoalan administrasi maupun kurang aktif dalam mengurus persyaratan," ujar Wagub Cik Ujang.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
