Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkot Palembang putus rantai penyebaran TB lewat pelacakan

Kamis, 10 September 2026 22:45 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan, terus memperkuat upaya dalam memutus rantai penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) melalui pelacakan kasus yang menyasar masyarakat berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa deteksi dini melalui Tes Cepat Molkuler (TCM) dilakukan untuk memutus rantai penyebaran TB yang rentan menyerang masyarakat kelompok usia rentan.

Dia menjelaskan, TCM adalah metode pemeriksaan laboratorium modern menggunakan sistem otomatis (seperti GeneXpert) berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi DNA bakteri penyebab tuberkulosis.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menyediakan layanan TCM yang tersedia di seluruh Puskesmas di Kota Palembang bagi warga suspek TB secara gratis.

"Bagi warga yang memiliki keluhan batuk berdahak disarankan melakukan pemeriksaan TCM di puskesmas terdekat," tegasnya.

Dia menjelaskan, Tuberkulosis adalah penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menimbulkan beberapa gejala berupa batuk yang berlangsung lama, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada, dan berkeringat di malam hari.

Penyakit ini pun mudah menular pada manusia yang memiliki daya tahan tubuh rendah melalui percikan ludah yang keluar dari penderita TB ketika berbicara, batuk dan bersin.

"TB ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga tulang, usus atau kelenjar. Bahkan bisa menyebabkan kematian," ujar dia.

Selama periode Januari-Juni 2026, lanjut dia, pihaknya mencatat menangani sebanyak 2.502 kasus masyarakat yang positif mengidap TB.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026