
DKPP Sumsel targetkan vaksinasi PMK tahap II segera rampung

Palembang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap II pada hewan ternak dapat dituntaskan pada September 2026.
Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Effendi di Palembang, Kamis, mengatakan hingga 9 September 2026, vaksinasi PMK tahap II telah mencapai 67,46 persen dari target 21.000 dosis.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat 6.832 dosis vaksin atau sekitar 32,54 persen dari total target yang harus segera diberikan kepada hewan ternak sasaran.
Pihaknya terus mendorong petugas di lapangan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, terutama di daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.
"Kalau bisa sih September ini semuanya selesai, karena ada beberapa kabupaten sudah, ada 4 kabupaten yang sudah 100 persen," katanya.
Sejumlah daerah telah menyelesaikan vaksinasi PMK tahap II. Musi Rawas, Ogan Komering Ulu (OKU), Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Muara Enim masing-masing telah mencapai 100 persen.
Sementara itu, Empat Lawang mencatat capaian 83 persen, sedangkan Palembang dan Lubuk Linggau masing-masing mencapai 80 persen.
Ogan Komering Ilir (OKI) telah mencapai 76,52 persen, Prabumulih 60 persen, Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 56,7 persen, Ogan Ilir mencapai 45,35 persen, Musi Banyuasin 23,33 persen, dan Banyuasin 20 persen.
Perbedaan capaian antarwilayah menjadi perhatian DKPP Sumsel. Oleh Karena itu, ia mengatakan petugas di daerah dengan capaian rendah diminta lebih aktif mengejar target yang masih tersisa.
Dalam pelaksanaan vaksinasi tahap II, DKPP Sumsel juga belum menerima laporan adanya peternak yang menolak pemberian vaksin PMK.
Sebab, vaksinasi PMK merupakan upaya pencegahan untuk memberikan perlindungan terhadap hewan ternak sekaligus membantu memutus mata rantai penyebaran virus.
Hewan yang terlihat sehat tetap perlu mendapatkan vaksinasi karena masih berpotensi menjadi bagian dari penyebaran virus apabila tidak memiliki perlindungan yang memadai.
"Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia sebagai salah satu faktor yang masih mungkin," kata Ruzuan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
