
Warga Singapura kagumi batik kontemporer Indonesia

Kuala Lumpur (ANTARA Sumsel) - Warga Singapura dan warga asing lainnya di Singapura kagumi tren busana Muslim dan batik kontemporer Indonesia karena didesain secara modern dan menarik serta unik tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia.
Rasa kagum tersebut ditunjukkan sekitar 350 warga Singapura dan warga asing lainnya di Singapura yang menghadiri acara "Indonesian Fashion and Culinary Trend" di KBRI Singapura, Rabu (21/5).
Dalam keterangan pers KBRI Singapura yang diterima Antara, Kamis, menyebutkan acara tersebut merupakan kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Singapura.
Kegiatan ini juga kerja sama dengan IWSS (Indonesian Women Society in Singapore) dan PPIS (Singapore Moslem Women's Association).
Sesuai dengan temanya, kegiatan tersebut mempromosikan fashion dan beberapa jenis kuliner Indonesia yang termasuk dalam 30 Ikon Kuliner Indonesia.
Pada acara tersebut, dua disainer asal Bandung, Jawa Barat yaitu Iva Latifah dan Ernie Kosasih menampilkan karya terbaiknya.
Iva menampilkan koleksi busana Muslim modern yang trendi namun elegan, sedangkan Ernie Kosasih menampilkan kreasi busana Muslim bernuansa etnik Dayak yang unik dan indah.
Selain itu, brand Batik Alleira, Batik Komar dan May and June juga turut menyemarakkan fashion show tersebut dengan menampilkan koleksi mereka.
Alleira menampilkan tema Exotic Mosaic yang memadukan keindahan motif tradisional dan keunikan mosaik dari motif-motif geometris ornamen Timur Tengah. Batik Komar menampilkan kreasi Batik modern bermotif bunga yang feminin yang kaya dengan warna dan tekstur.
Sementara itu, May and June mengusung tema Marrakesh Express yang menampilkan keunikan dan keindahan kota Marrakesh, dipadukan dengan corak bunga bermotif retro berwarna cerah.
Selain itu, desainer lokal Singapura yaitu MODE Clothier juga turut berpartisipasi dengan menampilkan busana Muslim yang sederhana namun modis.
Nilai Universal
Sementara itu, Ferial S. Hadi, istri Duta Besar Republik Indonesia Singapura menyampaikan bahwa pagelaran busana dan kuliner Indonesia tersebut untuk lebih mempromosikan potensi Indonesia yang memiliki nilai-nilai universal.
"Masyarakat tertarik dengan keindahan. Melalui kegiatan ini, kami mencoba memperkenalkan keindahan dan keragaman budaya Indonesia tidak hanya dalam bentuk fashion, namun juga beberapa kuliner yang termasuk dalam 30 Ikon Kuliner Indonesia," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, masyarakat Indonesia perlu terus menerus diingatkan bahwa kita sangat beruntung dapat hidup nyaman sementara di luar sana banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung, dan kita bisa memberikan sumbangan positif bagi mereka, urainya.
Menurut dia, DWP KBRI Singapura telah menyelenggarakan kegiatan amal sebanyak tiga kali.
Pada bulan Juli tahun 2013 lalu, terkumpul dana sebesar 20.000 dolar Singapura yang disumbangkan kepada National Museum of Singapore, Sekolah Kami dan Home di Indonesia.
Selanjutnya, pada Maret 2014, DWP juga menyelenggarakan acara amal dalam bentuk talkshow dan berhasil dikumpulkan dana sebesar 17 ribu dolar Singapura yang disumbangkan kepada korban letusan Gunung Kelud di Jawa Timur dan banjir di Manado.
Pewarta: Oleh N. Aulia Badar
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
