
Beras subsidi bantu masyarakat miskin

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah menyalurkan beras bersubsidi dalam beberapa tahun terakhir sangat membantu masyarakat miskin khususnya di Kota Palembang, sehingga terlambat sehari saja ditanyakan warga.
"Kami berharap beras untuk keluarga miskin (Raskin) tetap disalurkan tepat waktu, karena bantuan pemerintah tersebut dalam kondisi harga di pasaran yang tinggi sangat terbantu," kata Idrus (47) warga Kelurahan 7 Ulu Palembang, Jumat.
Menurut buruh bangunan harian itu, dengan raskin yang dibagikan melalui ketua rukun tetangga selama ini cukup terbantu, karena nilai tebusnya jauh di bawah harga pasar.
Raskin yang dijatah 15 kilogram tiap kepala keluarga hanya dikenakan nilai tebus Rp2.500 hingga Rp3.000 per kg. Sementara harga di pasaran dengan kualitas yang sama mencapai Rp7.800 hingga Rp8.000 per kg.
Memang, kata dia, dengan jatah raskin tersebut untuk kebutuhan satu bulan masih kurang, namun setidaknya sangat terbantu karena paling perlu tambahan membeli kisaran lima kg saja.
"Sekarang ini dengan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya di pasaran yang tinggi, kalau tidak ada bantuan raskin dari pemerintah, bagi kami selaku buruh dengan penghasilan tidak menentu sangat terbebani," kata Ny Rustina, warga lainnya menambahkan.
Menurut dia, sekarang ini segala kebutuhan pokok seperti gula pasir, minyak goreng dan telur ayam ras semakin tinggi.
Terlebih lagi ada rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak dan kenaikan gaji PNS, kebijakan itu belum dilaksanakan, sementara harga kebutuhan pokok di pasaran mulai naik.
"Jadi bantuan raskin dari pemerintah itu cukup membantu, setidaknya sudah meringankan beban hidup sehari-hari," katanya.
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Bambang Napitapulu dalam kesempatan terpisah sebelumnya mengatakan, realisasi program beras untuk masyarakat miskin di daerah itu mencapai 70 persen.
"Harapannya akhir bulan nanti bisa mencapai 100 persen," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah merencanakan untuk penyaluran raskin 13, 14, 15, dan 16, sebagai pengganti kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak.
"Ada empat alokasi yang akan dibagikan pada 2013 dimana 15 kilogram per kepala keluarga," katanya.
Pewarta: Oleh Muhammad Suparni
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
