
Tempat Olimpiade Siswa di Palembang belum jelas

...Ada beberapa tempat yang dijajaki panitia, salah satu di antaranya eks GOR Sriwijaya yang kini dikelola swasta menjadi PSCC, namun biaya sewa sebesar Rp25 juta per enam jam...
Palembang, (ANTARA News) - Tempat pembukaan dan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Palembang, Sumatera Selatan, pertengahan Juli 2012 mendatang masih belum jelas, mengingat biaya penyewaan tempat di kota ini sangat mahal.
Ada beberapa tempat yang dijajaki panitia, salah satu di antaranya eks GOR Sriwijaya yang kini dikelola swasta menjadi Palembang Sport and Convention Center (PSCC), namun pihak pengelolanya meminta biaya sewa sebesar Rp25 juta per enam jam, sehingga panitia masih berusaha mencari tempat lain yang lebih murah, kata panitia lokal O2SN, Aliyudin Asral, di Palembang, Senin.
Menurut dia, Kota Palembang yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games ke-26, November 2011 lalu, memiliki banyak tempat pertandingan olahraga, namun untuk memanfaatkannya memerlukan perjuangan keras dan biaya yang tidak sedikit.
"Sepertinya fasilitas olahraga di daerah ini mulai dikomersialkan, mengingat kegiatan skala nasional bahkan internasional yang memiliki dana dan dukungan sponsor yang besar sering digelar di daerah ini," ujar dia.
Aliyudin Asral menjelaskan, sebelum GOR Sriwijaya dikerjasamakan pengelolaannya oleh Pemprov Sumsel dengan pihak swasta menjadi PSCC, pengurus olahraga di Palembang sangat mudah memanfaatkan tempat tersebut.
Saat menggelar kejuaraan dalam rangka pembinaan prestasi atlet, pengurus olahraga cukup mengajukan permohonan peminjaman gedung kepada Pemprov Sumsel, dan hanya mengeluarkan sedikit uang untuk penyewaan pengeras suara (sound system) serta honor petugas kebersihan, kata pengurus olahraga karateka itu.
Guna mengatasi masalah belum jelas tempat pembukaan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga siswa tingkat nasional itu, sekarang ini sedang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Sumsel.
Jika pihak Dinas Pendidikan setempat tidak bisa membantu mencarikan tempat yang layak untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala nasional itu, pihaknya dengan kemampuan dana yang ada memanfaatkan gedung pertemuan yang biasa digunakan untuk pesta pernikahan milik Universitas Sriwijaya (Unsri) atau Gedung Dekranasda Jakabaring, ujar Aliyudin Asral. (ANT-SUS/*BSB)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
