Jakarta (ANTARA) - Direktur PT NutriSains (Pharos Group), dr Mariani Leman menekankan pentingnya langkah proaktif masyarakat menjaga kadar kolesterol untuk mencegah risiko penyakit jantung.
"Menjaga kolesterol bukan hanya mencegah penyakit, tapi juga memastikan kualitas hidup tetap terjaga,” kata dokter Mariani dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, kolesterol tinggi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, satu dari tiga orang dewasa hidup dengan kadar kolesterol di atas normal, dan lebih dari separuhnya tidak menyadari kondisi tersebut karena sering kali tidak menimbulkan gejala.
Mariani mengungkapkan, situasi ini membuat kolesterol tinggi kerap disebut sebagai silent killer.
Ia menjelaskan, kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular, seperti jantung lemah, hipertensi, hingga stroke.
Tidak hanya itu, kolesterol tinggi kini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga usia produktif.
Gaya hidup sibuk, pola makan tinggi lemak seperti gorengan dan santan, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko yang kini banyak ditemui pada kelompok muda.
"Faktanya, banyak orang baru peduli setelah masalah datang. Padahal, kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan gejala apa pun," ujarnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjaga kadar kolesterol dalam batas normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen.
Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia 2025, masyarakat diimbau melakukan upaya pencegahan penyakit melalui pola makan seimbang, rutin berolahraga, pemeriksaan kesehatan berkala, serta dukungan nutrisi tambahan yang tepat.
Suplemen makanan dengan kandungan Omega 3, 6, 9 dan GLA dinilai membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), sekaligus menjaga peredaran darah tetap lancar.
"Jangan tunggu sampai kolesterol memberi tanda bahaya. Omepros jadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung,” kata dokter Mariani
Jaga kolesterol untu cegah risiko penyakit jantung
Senin, 29 September 2025 16:00 WIB
Petugas medis mengambil sampel darah warga saat cek kesehatan gratis pada peringatan Hari Jantung Sedunia di Pelataran Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (28/9/2025). ANTARA FOTO/Andry Denisah/nym.
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RS IndonesiaI-Arab Saudi selesaikan 38 operasi jantung dalam 10 hari
31 January 2025 10:38 WIB, 2025
Tes genomik mungkinkan temuan variasi gen yang berisiko penyakit jantung
18 December 2024 1:00 WIB, 2024