Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memastikan akan menindak tegas setiap aksi premanisme, pemalakan, dan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata, menyusul kasus dugaan pemalakan terhadap YouTuber Om Mobi di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Kota Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin di Palembang, Rabu, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di ruang publik dan destinasi wisata yang menjadi wajah kota.

“Seluruh bentuk aksi premanisme, pemalakan, dan pungli akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” katanya.

Polda Sumsel segera mengerahkan satuan-satuan operasional untuk melakukan patroli dan penindakan secara intensif. Patroli rutin akan ditingkatkan, baik secara terbuka maupun tertutup, di kawasan BKB dan sekitarnya.


Ditsamapta Polda Sumsel akan melakukan patroli terbuka secara intensif pada siang dan malam hari, sementara Subdit Jatanras Ditreskrimum menggelar patroli tertutup dan operasi hunting guna memburu pelaku premanisme dan tindak kejahatan lainnya.

“Kami juga telah memerintahkan jajaran Polrestabes Palembang dan Polsek Ilir Barat I untuk memperketat pengawasan serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan responsif,” jelasnya.

Polda Sumsel tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum, terutama di kawasan wisata yang menjadi etalase daerah.

“Premanisme tidak punya tempat di Sumsel. Kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, Nandang mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan aksi premanisme yang meresahkan. Laporan dapat disampaikan melalui call center 110 atau saluran pengaduan resmi kepolisian lainnya.

“Kami pastikan identitas pelapor akan dirahasiakan dan dilindungi oleh hukum,” kata dia.