Petani OKU Timur garap 5.000 ha lahan optimalisasi program Kementerian Pertanian
Jumat, 6 September 2024 14:15 WIB
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah menyerahkan surat keputusan pengelolaan lahan OPLAH kepada kelompok tani di wilayahnya, Jumat. (ANTARA/HO/Diskominfo)
OKU Timur, Sumsel (ANTARA) - Petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menggarap lahan seluas 5.000 hektare (ha) Program Optimalisasi Lahan Kementerian Pertanian Tahun 2024.
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Jumat, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya mendapat bantuan program optimalisasi lahan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia seluas 10.000 ha.
Dari 10.000 ha lahan yang dioptimalkan, hingga saat ini tercatat seluas 5.000 ha di antaranya sudah digarap petani di Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur.
"Hari ini kami meninjau pemanfaatan lahanv itu sekaligus penyerahan surat keputusan kepada 3.128 kelompok tani di OKU Timur," katanya.
Pembagian surat keputusan kelompok tani bertujuan untuk mempermudah pendataan dalam pengajuan pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah setempat.
"Saya berharap kepada masyarakat yang berjibaku di dunia pertanian untuk menggarap dan mengoptimalkan lahan yang ada dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan produktivitas hasil panen padi di OKU Timur," harapnya.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Junadi dalam laporannya mengatakan bahwa program optimalisasi lahan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Dia menjelaskan program dari pemerintah pusat ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan lahan pertanian dan menjamin ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah tahun ini Kabupaten OKU Timur mendapat bantuan 10.000 ha dan 5.000 ha di antaranya sudah digarap petani," ujarnya.
Ia optimistis dari 5.000 ha tersebut petani dapat tiga kali melakukan panen dengan hasil produksi sebanyak 75 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Jumat, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya mendapat bantuan program optimalisasi lahan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia seluas 10.000 ha.
Dari 10.000 ha lahan yang dioptimalkan, hingga saat ini tercatat seluas 5.000 ha di antaranya sudah digarap petani di Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur.
"Hari ini kami meninjau pemanfaatan lahanv itu sekaligus penyerahan surat keputusan kepada 3.128 kelompok tani di OKU Timur," katanya.
Pembagian surat keputusan kelompok tani bertujuan untuk mempermudah pendataan dalam pengajuan pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah setempat.
"Saya berharap kepada masyarakat yang berjibaku di dunia pertanian untuk menggarap dan mengoptimalkan lahan yang ada dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan produktivitas hasil panen padi di OKU Timur," harapnya.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Junadi dalam laporannya mengatakan bahwa program optimalisasi lahan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah setempat.
Dia menjelaskan program dari pemerintah pusat ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan lahan pertanian dan menjamin ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah tahun ini Kabupaten OKU Timur mendapat bantuan 10.000 ha dan 5.000 ha di antaranya sudah digarap petani," ujarnya.
Ia optimistis dari 5.000 ha tersebut petani dapat tiga kali melakukan panen dengan hasil produksi sebanyak 75 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB