Petani binaan Polres OKU terima bantuan mesin pertanian

id Taman SSO, ketahanan pangan nasional, kelompok tani, Pemkab OKU, Polres OKU

Petani binaan Polres OKU terima bantuan mesin pertanian

Penyerahan bantuan mesin pertanian untuk kelompok tani binaan Polres OKU. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Kelompok tani binaan Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mendapat bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah pusat guna meningkatkan ketahanan pangan di wilayah setempat.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Kamis, mengatakan mesin pertanian ini diberikan kepada kelompok tani yang mengelola lahan pertanian Taman Sebimbing Sekundang OKU (SSO) yang dibangun oleh polres setempat.

Dia mengatakan alat dan mesin pertanian yang diberikan, meliputi empat traktor, mesin untuk memipil jagung, mesin pengering jagung dan benih jagung bantuan dari Kementerian Pertanian.

Dia mengatakan keberadaan Taman SSO Polres OKU akan menjadi model bagi perangkat daerah, instansi lain, dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar kantor dan rumah guna meningkatkan ketahanan pangan di wilayah setempat.

"Taman SSO yang ditanami berbagai sayuran tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar untuk menunjang ketahanan pangan di OKU," katanya.

Teddy juga mengajak masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah masing-masing guna ditanami berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Minimal sayuran yang ditanam hasil panennya nanti dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ujar dia.

Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo mengatakan pembuatan Taman SSO instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang meminta semua lahan milik Polri dioptimalkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami membuka lahan ini untuk membantu ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Saat ini, Taman SSO yang terletak di belakang Mapolres OKU tersebut ditanami sayuran, seperti bayam dan kangkung.

"Kami memiliki bintara kompetensi khusus pertanian yang nantinya akan ditempatkan untuk menganalisis tanaman yang ditanam oleh petani agar hasil panen dapat maksimal," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.