Dua unit jembatan gantung di OKU Selatan putus diterjang banjir
Jumat, 17 Mei 2024 13:15 WIB
Jembatan gantung di OKU Selatan putus diterjang banjir bandang, Kamis. (ANTARA/Edo Purmana/24)
Muaradua (ANTARA) - Dua unit jembatan gantung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan putus akibat diterjang banjir bandang yang terjadi pada Rabu (15/5) pukul 23.42 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Heri Pramono di Muaradua, Kamis, mengatakan selain merendam ratusan rumah penduduk, banjir bandang akibat luapan Sungai Saka dan Selabung juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti dua jembatan gantung yang putus hingga mengganggu aktivitas masyarakat di daerah itu.
Dua unit jembatan gantung yang rusak tersebut berada di Desa Tanjung Raya dan Desa Madura, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan.
Kondisi jembatan yang membentang di atas sungai tersebut sangat memprihatinkan dan tidak bisa dilewati oleh pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari kayu itu sebagian besar hanyut terbawa arus sungai.
"Saat ini masyarakat yang berada di seberang sungai terpaksa melewati jalan alternatif hingga jembatan diperbaiki," katanya.
Terkait bencana alam tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan perbaikan jembatan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Banjir bandang yang melanda Kabupaten OKU Selatan merendam 244 rumah warga dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter.
Bahkan, satu unit rumah warga di Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca rusak berat akibat diterjang banjir bandang, namun tidak ada korban jiwa.
Selain itu, banjir juga merendam fasilitas umum, seperti masjid, sarana pendidikan dan 30 hektare perkebunan warga turut terendam banjir.
"Kami sudah menurunkan personel ke lokasi bencana guna membantu mengevakuasi barang berharga milik warga untuk diselamatkan dari banjir," ujarnya.
BPBD OKU Selatan juga melakukan kaji cepat lintas sektor guna mengantisipasi banjir susulan supaya bencana alam tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Personel kami di lapangan juga melakukan pemantauan debit sungai dan jika terjadi peningkatan segera diteruskan peringatan dini kepada masyarakat agar lebih waspada," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua unit jembatan gantung di OKU Selatan putus diterjang banjir
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Heri Pramono di Muaradua, Kamis, mengatakan selain merendam ratusan rumah penduduk, banjir bandang akibat luapan Sungai Saka dan Selabung juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti dua jembatan gantung yang putus hingga mengganggu aktivitas masyarakat di daerah itu.
Dua unit jembatan gantung yang rusak tersebut berada di Desa Tanjung Raya dan Desa Madura, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan.
Kondisi jembatan yang membentang di atas sungai tersebut sangat memprihatinkan dan tidak bisa dilewati oleh pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari kayu itu sebagian besar hanyut terbawa arus sungai.
"Saat ini masyarakat yang berada di seberang sungai terpaksa melewati jalan alternatif hingga jembatan diperbaiki," katanya.
Terkait bencana alam tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan perbaikan jembatan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Banjir bandang yang melanda Kabupaten OKU Selatan merendam 244 rumah warga dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter.
Bahkan, satu unit rumah warga di Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca rusak berat akibat diterjang banjir bandang, namun tidak ada korban jiwa.
Selain itu, banjir juga merendam fasilitas umum, seperti masjid, sarana pendidikan dan 30 hektare perkebunan warga turut terendam banjir.
"Kami sudah menurunkan personel ke lokasi bencana guna membantu mengevakuasi barang berharga milik warga untuk diselamatkan dari banjir," ujarnya.
BPBD OKU Selatan juga melakukan kaji cepat lintas sektor guna mengantisipasi banjir susulan supaya bencana alam tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Personel kami di lapangan juga melakukan pemantauan debit sungai dan jika terjadi peningkatan segera diteruskan peringatan dini kepada masyarakat agar lebih waspada," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dua unit jembatan gantung di OKU Selatan putus diterjang banjir
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab OKU Selatan dirikan dapur umum untuk korban banjir di Desa Simpang Sender
01 April 2026 20:43 WIB
Sempat putus akibat banjir, Jembatan Gantung Garuda di OKU kini berfungsi kembali
12 March 2026 19:26 WIB
Tiga bulan setelah banjir bandang, seribuan warga Sibio-bio Tapteng masih terisolir
21 February 2026 19:47 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Pohon tumbang tutup jalan di tiga kecamatan OKU Timur, lalu lintas dempat lumpuh
04 April 2026 19:49 WIB
Jalan penghubung antardesa Sosoh Buay Rayap di OKU nyaris putus akibat longsor
02 April 2026 21:56 WIB
Berdayakan ekonomi inklusif, Kemensos beri modal usaha bagi disabilitas di OKU
01 April 2026 20:45 WIB
Pemkab OKU Selatan dirikan dapur umum untuk korban banjir di Desa Simpang Sender
01 April 2026 20:43 WIB
Polres beri bantuan perlengkapan sekolah korban kebakaran di Pemulutan Ogan Ilir
01 April 2026 19:33 WIB