Logo Header Antaranews Sumsel

BPS: Sumsel alami inflasi pada Maret 2026

Kamis, 2 April 2026 22:06 WIB
Image Print
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Maret 2026.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Kamis, mengatakan angka inflasi tersebut masih dalam kategori terkendali meski bertepatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, meski perlu tetap diantisipasi.

"Untuk inflasi Sumsel pada bulan Maret 2026 itu sebesar 0,29 persen secara mtm," katanya.

Ia menjelaskan target inflasi berada di kisaran 0,25 persen plus minus 1 persen, sehingga capaian tersebut dinilai masih on the track.

Secara bulanan, tingkat inflasi Maret 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,58 persen.

Dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 0,29 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 0,08 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,10 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga emas hingga Rp2,8 juta.

Komoditas utama penyumbang inflasi pada Maret 2026 antara lain daging ayam ras, bensin, telur ayam ras, serta tarif angkutan antarkota dan kendaraan travel.

"Secara umum, tingkat inflasi di Sumsel masih relatif terkendali dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,41 persen," ujarnya.

Selain itu, BPS mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Sumatera Selatan mencapai 3,09 persen. Penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 1,55 persen dan tingkat inflasi 19,28 persen.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026