Logo Header Antaranews Sumsel

Gubernur Sumsel: Renovasi Griya Agung justru pangkas pengeluaran

Selasa, 28 April 2026 21:41 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. (ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri)

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa alokasi anggaran senilai Rp5,25 miliar untuk merenovasi rumah dinas Griya Agung dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) bukanlah pemborosan melainkan langka cerdas pemerintah provinsi untuk memangkas pengeluaran bersifat jangka panjang.

"Kalau kegiatan dilakukan di hotel, biayanya jauh lebih mahal. Jadi, renovasi ini justru langkah efisiensi. Kita buat fasilitas ini layak agar semua kegiatan resmi bisa terpusat di sini," ujar Herman Deru di Palembang, Selasa.

Ia menjelaskan perbaikan fasilitas negara tersebut bertujuan untuk menekan biaya operasional kegiatan kedinasan dalam jangka panjang. Menurutnya, pemanfaatan aset daerah secara optimal jauh lebih hemat dibandingkan terus-menerus mengandalkan pihak ketiga.

Untuk itu, renovasi tersebut akan difokuskan pada dua titik vital yang menjadi pusat kegiatan publik dan kenegaraan, yakni Hall B yang diproyeksikan untuk ruang pertemuan untuk skala besar, dan Joglo yang nantinya menjadi Area seremonial yang kerap digunakan untuk menyambut tamu negara dan koordinasi lintas sektoral.

Gubernur menekankan bahwa perbaikan gedung yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun ini murni untuk kepentingan pemerintahan, bukan kenyamanan pribadi.

Menurutnya, apabila dikaitkan untuk kepentingan pribadinya maka menjadi tidak relevan mengingat hingga kini, dirinya dan keluarga tidak menempati Griya Agung sebagai tempat tinggal.

"Perlu saya jelaskan, saya tidak tinggal di rumah dinas. Saya tetap tinggal di rumah pribadi. Jadi, Griya Agung ini memang disiapkan khusus untuk kegiatan resmi pemerintahan agar lebih representatif dan hemat biaya," tegasnya.

Dengan adanya perbaikan ini, Pemprov Sumsel diproyeksikan dapat meminimalisasi anggaran sewa gedung pertemuan atau hotel, sehingga anggaran daerah dapat dialokasikan ke sektor pembangunan lainnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026