
KAI Palembang: Penumpang KA Lubuklinggau naik 17 persen

Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami peningkatan pada Triwulan I 2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti dalam keterangan pers tertulis yang diterima oleh ANTARA di Palembang, Senin, mengatakan kenaikan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan pertumbuhan penduduk serta meningkatnya mobilitas masyarakat di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, jumlah penduduk tercatat sekitar 239 ribu jiwa pada 2024, meningkat menjadi sekitar 242 ribu jiwa pada 2025, dan diproyeksikan terus bertambah pada 2026.
“Pada Triwulan I 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Lubuklinggau mencapai 63.374 orang atau meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 53.992 orang,” katanya.
Kemudian, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Lubuklinggau pada periode yang sama tercatat sebanyak 63.273 orang. Tingginya angka tersebut menunjukkan Lubuklinggau menjadi salah satu tujuan penting, baik untuk keperluan silaturahmi, mudik, wisata, maupun aktivitas bisnis.
Secara tren, jumlah penumpang pada Triwulan I dalam lima tahun terakhir terus meningkat, yakni 23.385 orang pada 2022, naik menjadi 43.660 orang pada 2023, kemudian 51.589 orang pada 2024, 53.992 orang pada 2025, hingga 63.374 orang pada 2026.
Selain itu, sektor pariwisata turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. Data BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara ke Lubuklinggau pada Triwulan I 2026 mencapai 104.164 perjalanan atau meningkat 5,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah destinasi wisata seperti Air Terjun Temam, Bukit Sulap, Bendungan Watervang, dan Masjid Agung As-Salam menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KAI Divre III Palembang mengoperasikan sejumlah perjalanan kereta api, di antaranya KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo dengan relasi Kertapati–Lubuklinggau dan sebaliknya.
Peningkatan jumlah pengguna jasa juga didukung oleh berbagai inovasi layanan, seperti peningkatan fasilitas stasiun, kemudahan pemesanan tiket melalui platform digital, serta peningkatan standar pelayanan dan keselamatan.
“Kehadiran layanan kereta api yang semakin andal menjadi faktor penting dalam meningkatkan aksesibilitas menuju Lubuklinggau, baik untuk kebutuhan wisata, bisnis, maupun mobilitas masyarakat sehari-hari,” ujar dia.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan dan menjaga ketertiban selama berada di area stasiun maupun dalam perjalanan, serta melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi perusahaan.
Dengan tren pertumbuhan tersebut, pihaknya optimistis kereta api akan terus menjadi pilihan utama masyarakat sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
