Logo Header Antaranews Sumsel

BNNP Sumsel waspadai peredaran narkoba dipicu peningkatan ekonomi daerah

Selasa, 28 April 2026 15:13 WIB
Image Print
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Brigjen Pol. Hisar Siallagan. ANTARA/M Imam Pramana

Palembang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan mewaspadai peredaran narkoba yang dipicu oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di daerah setempat.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan, di Palembang, Selasa, mengatakan bahwa kemajuan ekonomi Sumsel kini menjadi daya tarik bagi sindikat narkoba untuk menjadikannya sebagai pasar utama, bukan lagi sekadar jalur perlintasan.

"Sumatera Selatan berada di posisi tengah dan menjadi daerah perlintasan. Jika dahulu hanya sekadar lewat, kini para sindikat ingin mencicipi pertumbuhan ekonomi yang ada di sini," ujar Hisar.

Ia menjelaskan, geliat ekonomi di daerah seperti Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Rawas Utara (Muratara) dalam 15 tahun terakhir telah mengubah peta peredaran.

Pertumbuhan sektor batu bara, perkebunan sawit, hingga pengeboran minyak menjadi magnet bagi para pengedar untuk masuk ke kantong-kantong ekonomi baru.

Sindikat narkoba tersebut secara spesifik menyasar para pekerja di sektor industri dan masyarakat setempat yang kini memiliki daya beli lebih tinggi.

Berdasarkan survei prevalensi tahun 2020, tercatat sekitar lima persen dari total 8,9 juta penduduk Sumatera Selatan merupakan pecandu narkoba. Angka ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar bagi para bandar seiring dengan meningkatnya kesejahteraan daerah.

Menurut Hisar, pembangunan memang keniscayaan untuk kesejahteraan rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa kejahatan narkoba akan tumbuh beriringan dengan kemajuan tersebut jika tidak dibarengi dengan kewaspadaan.

Adapun modus operandi sindikat asal jaringan "Golden Triangle" (Myanmar, Laos, dan Thailand) ini umumnya masuk melalui jalur laut ke wilayah utara Sumatera, lalu menuju Sumsel melalui jalur darat. Pola distribusi pun kian beragam, termasuk memanfaatkan jalur tenaga kerja migran untuk mengelabui petugas.

Hisar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tidak dirusak oleh dampak buruk ketergantungan narkotika.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026