Kasus DBD Sumsel terbanyak di Kota Palembang
Rabu, 27 Maret 2024 20:13 WIB
Kegiatan fogging oleh Dinkes Palembang, Sumatera Selatan bersama para warga. (ANTARA/HO- Diskominfo)
Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat sejak Januari sampai dengan 25 Maret 2024 jumlah kasus demam berdarah dengue di daerah itu (DBD) mencapai 2.058 orang.
"Saat ini jumlah kasus DBD di Sumsel mencapai 2.058 orang. Kasus terbanyak di Kota Palembang, disusul Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin," kata Kepala Dinkes Sumsel Trisnamarwan di Palembang, Rabu.
Namun saat ini, katanya, kasus DBD tersebut mulai melandai. Sebab, pada bulan Maret 2024 temuan kasus DBD sebanyak 115 orang, jika dibandingkan pada bulan Februari temuan kasus DBD mencapai 494 orang.
"Jumlah kasus DBD terbesar itu terjadi pada bulan Februari 2024 yang mencapai 1.449 orang," jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Dinkes kabupaten dan kota di Sumsel. Dalam surat edaran itu beberapa hal diminta untuk ditindaklanjuti, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus masif digelar dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan ketika terdapat pasien yang didiagnosis dengue.
Selain itu, pihaknya sudah memberikan bantuan Zeta Sipermethrin, Temegard dan Abate dan RDT DBD Combo ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Beberapa kegiatan pengasapan atau fogging juga telah dilakukan.
"Untuk pengendalian DBD masyarakat diimbau juga melakukan PSN dengan menguras bak mandi dan penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta membuang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk," kata Trisnamarwan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus DBD di Sumsel mencapai 2.058 orang, terbanyak di Kota Palembang
"Saat ini jumlah kasus DBD di Sumsel mencapai 2.058 orang. Kasus terbanyak di Kota Palembang, disusul Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin," kata Kepala Dinkes Sumsel Trisnamarwan di Palembang, Rabu.
Namun saat ini, katanya, kasus DBD tersebut mulai melandai. Sebab, pada bulan Maret 2024 temuan kasus DBD sebanyak 115 orang, jika dibandingkan pada bulan Februari temuan kasus DBD mencapai 494 orang.
"Jumlah kasus DBD terbesar itu terjadi pada bulan Februari 2024 yang mencapai 1.449 orang," jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Dinkes kabupaten dan kota di Sumsel. Dalam surat edaran itu beberapa hal diminta untuk ditindaklanjuti, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus masif digelar dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan ketika terdapat pasien yang didiagnosis dengue.
Selain itu, pihaknya sudah memberikan bantuan Zeta Sipermethrin, Temegard dan Abate dan RDT DBD Combo ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Beberapa kegiatan pengasapan atau fogging juga telah dilakukan.
"Untuk pengendalian DBD masyarakat diimbau juga melakukan PSN dengan menguras bak mandi dan penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta membuang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk," kata Trisnamarwan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus DBD di Sumsel mencapai 2.058 orang, terbanyak di Kota Palembang
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB
Skandal Epstein 2026: Dari mundurnya pejabat Inggris hingga posisi sulit Donald Trump
09 February 2026 6:36 WIB