Balai Karantina Palembang lakukan pendampingan ekspor pertanian
Minggu, 10 Desember 2023 15:48 WIB
Kepala Balai Karantina Palembang Azhar (kanan). ANTARA/Yudi Abdullah/23
Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Palembang melakukan pendampingan ekspor berbagai komoditas pertanian dan perikanan dari Sumatera Selatan untuk mempermudah proses pengiriman ke negara tujuan.
"Pendampingan yang dilakukan seperti pemenuhan persyaratan ekspor agar produk diterima di masing-masing negara tujuan pasarnya,” kata Kepala Balai Karantina Palembang Azhar di Palembang, Ahad.
Dia menjelaskan, beberapa komoditas asal Sumsel yang dilakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspornya pada Desember 2023 ini yakni komoditas pertanian dan perikanan dengan nilai sekitar Rp153,4 miliar.
Komoditas pertanian yang dilakukan pendampingan ekspor seperti kayu olahan, bubuk teh, santan kelapa, 'palm kernel expeller', karet lempengan, dan kelapa bulat.
Sementara untuk komoditas perikanan yang dilakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspornya yakni berupa paha kodok.
Dengan dilakukan pendampingan, beberapa komoditas tersebut bisa lancar diekspor ke Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, India, Srilanka, Rusia, dan Prancis, katanya.
Menurut dia, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan kesehatan, keamanan dan kelayakan komoditas bebas hama penyakit dan memenuhi persyaratan teknis agar dapat diterima di negara tujuan dengan baik.
Karantina Indonesia menjadi salah satu entitas di border yang bersinergi dengan instansi terkait untuk mendorong daya saing nasional dan meningkatkan perdagangan komoditas pertanian dan perikanan di pasar global.
Untuk meningkatkan perdagangan di pasar global
melalui peningkatan transparansi dan simplifikasi prosedur ekspor dan impor guna mempercepat pergerakan, pelepasan dan pembebasan (release and clearance) barang, termasuk barang dalam transit, kata Azhar.
"Pendampingan yang dilakukan seperti pemenuhan persyaratan ekspor agar produk diterima di masing-masing negara tujuan pasarnya,” kata Kepala Balai Karantina Palembang Azhar di Palembang, Ahad.
Dia menjelaskan, beberapa komoditas asal Sumsel yang dilakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspornya pada Desember 2023 ini yakni komoditas pertanian dan perikanan dengan nilai sekitar Rp153,4 miliar.
Komoditas pertanian yang dilakukan pendampingan ekspor seperti kayu olahan, bubuk teh, santan kelapa, 'palm kernel expeller', karet lempengan, dan kelapa bulat.
Sementara untuk komoditas perikanan yang dilakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspornya yakni berupa paha kodok.
Dengan dilakukan pendampingan, beberapa komoditas tersebut bisa lancar diekspor ke Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, India, Srilanka, Rusia, dan Prancis, katanya.
Menurut dia, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan kesehatan, keamanan dan kelayakan komoditas bebas hama penyakit dan memenuhi persyaratan teknis agar dapat diterima di negara tujuan dengan baik.
Karantina Indonesia menjadi salah satu entitas di border yang bersinergi dengan instansi terkait untuk mendorong daya saing nasional dan meningkatkan perdagangan komoditas pertanian dan perikanan di pasar global.
Untuk meningkatkan perdagangan di pasar global
melalui peningkatan transparansi dan simplifikasi prosedur ekspor dan impor guna mempercepat pergerakan, pelepasan dan pembebasan (release and clearance) barang, termasuk barang dalam transit, kata Azhar.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cukup dari smartphone, aplikasi Si Bangga permudah pantau harga pangan di OKU
02 September 2024 11:52 WIB, 2024
Harga komoditi dan sembako di Pasar Cinde Kota Palembang, Senin (10/9/2024)
10 June 2024 14:46 WIB, 2024
Daftar harga komoditi dan sembako di Pasar Lemabang Palembang, Sabtu (16/3/2024)
16 March 2024 22:08 WIB, 2024
Pemerintah blokir 1.855 situs perdagangan berjangka komoditi ilegal
19 February 2024 17:15 WIB, 2024
Bea Cukai Palembang fasilitasi ekspor jutaan ton komoditi unggul ke ASEAN
15 June 2023 20:34 WIB, 2023