Budi daya kepiting bakau wagra suku Sawang
Sabtu, 10 Juni 2023 11:31 WIB
Budi daya kepiting bakau PT Timah Tbk di Desa Sawang Laut, Provinsi Kepulauan Riau. ANTARA/HO-PT Timah Tbk
Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Pengembangan potensi ekonomi dan alam di suatu daerah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, disamping lestarinya lingkungan sekitar.
PT Timah Tbk melatih dan membina budi daya kepiting bakau bagi warga Suku Sawang, wilayah Kundur Barat, Provinsi Kepulauan Riau, guna kemandirian ekonomi warga di sekitar operasional perusahaan tambang tersebut.
"Melalui program ini tentunya memberikan peluang usaha bagi warga untuk membudidayakan kepiting yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi," kata Kepala Bidang Komunitas Perusahaan Timah Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Babel, Sabtu.
Ia mengatakan sebagai perusahaan yang mendapatkan mandat dari negara untuk mengelola sumber daya alam timah, perusahaan tidak hanya melaksanakan proses bisnis saja, tetapi juga mendorong kemajuan dan kemandirian masyarakat di lingkaran tambang.
Sejalan dengan semangat itu, anggota holding industri pertambangan MIND ID itu secara berkelanjutan melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya yang selaras dengan nilai-nilai enviromental, social dan governance (ESG) yang dijalankan perusahaan.
"Budi daya kepiting bakau ini melibatkan kelompok Tuah Ketam Desa Sawang Laut dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Suku Sawang di lingkungan operasional perusahaan," ujarnya.
Ketua Kelompok Tuah Ketam Amran menyampaikan pihaknya sangat senang dengan program dari Timah, karena sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mereka hanya mengandalkan pendapatan sebagai nelayan yang menjaring ikan.
"Sekarang selain dengan hasil menjaring, ada tambahan pendapatan dari berbudi daya pembesaran kepiting bakau yang semua diberikan oleh PT Timah. Kami tidak hanya dibantu bibit saja, tapi juga diberikan pelatihan dan keperluan yang lainnya juga dibantu serta dibimbing dalam prosesnya," katanya.
Menurut dia, saat ini Kelompok Tuah Ketam sedang belajar untuk mandiri dan tidak lagi bergantung dengan bantuan dari PT Timah Tbk. Budi daya yang dijalani sudah memiliki hasil, namun tak lantas membuat berpuas diri.
"Saat ini, kami telah memiliki dua kolam pembesaran kepiting dengan tiap kolamnya mampu diisi 200 sampai 250 ekor kepiting bakau," katanya.
PT Timah Tbk melatih dan membina budi daya kepiting bakau bagi warga Suku Sawang, wilayah Kundur Barat, Provinsi Kepulauan Riau, guna kemandirian ekonomi warga di sekitar operasional perusahaan tambang tersebut.
"Melalui program ini tentunya memberikan peluang usaha bagi warga untuk membudidayakan kepiting yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi," kata Kepala Bidang Komunitas Perusahaan Timah Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Babel, Sabtu.
Ia mengatakan sebagai perusahaan yang mendapatkan mandat dari negara untuk mengelola sumber daya alam timah, perusahaan tidak hanya melaksanakan proses bisnis saja, tetapi juga mendorong kemajuan dan kemandirian masyarakat di lingkaran tambang.
Sejalan dengan semangat itu, anggota holding industri pertambangan MIND ID itu secara berkelanjutan melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya yang selaras dengan nilai-nilai enviromental, social dan governance (ESG) yang dijalankan perusahaan.
"Budi daya kepiting bakau ini melibatkan kelompok Tuah Ketam Desa Sawang Laut dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Suku Sawang di lingkungan operasional perusahaan," ujarnya.
Ketua Kelompok Tuah Ketam Amran menyampaikan pihaknya sangat senang dengan program dari Timah, karena sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mereka hanya mengandalkan pendapatan sebagai nelayan yang menjaring ikan.
"Sekarang selain dengan hasil menjaring, ada tambahan pendapatan dari berbudi daya pembesaran kepiting bakau yang semua diberikan oleh PT Timah. Kami tidak hanya dibantu bibit saja, tapi juga diberikan pelatihan dan keperluan yang lainnya juga dibantu serta dibimbing dalam prosesnya," katanya.
Menurut dia, saat ini Kelompok Tuah Ketam sedang belajar untuk mandiri dan tidak lagi bergantung dengan bantuan dari PT Timah Tbk. Budi daya yang dijalani sudah memiliki hasil, namun tak lantas membuat berpuas diri.
"Saat ini, kami telah memiliki dua kolam pembesaran kepiting dengan tiap kolamnya mampu diisi 200 sampai 250 ekor kepiting bakau," katanya.
Pewarta : Aprionis
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Wakil Ketua KPK: Vonis Harvey Moeis tidak sesuai peraturan MA
28 January 2025 16:55 WIB, 2025
Korupsi timah, MA: Pengembalian aset Helena Lim karena tak terkait kejahatan
03 January 2025 14:23 WIB, 2025
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB