Napi perempuan di Palembang belajar membuat roti
Minggu, 6 November 2022 20:00 WIB
WBP perempuan di Palembang diajari keterampilan membuat roti. (ANTARA/Yudi Abdullah/22)
Palembang (ANTARA) - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang, Sumatera Selatan diajari keterampilan membuat roti untuk bekal menjalani kehidupan setelah bebas.
"Pembinaan di Lapas ini tidak hanya menjadikan WBP menyadari pelanggaran hukum yang dilakukannya dan berubah menjadi pribadi sadar hukum, tetapi diberikan berbagai keterampilan sesuai minat dan bakatnya," kata
Kepala Lapas Perempuan Palembang, Ike Rahmawati, di Palembang, Ahad.
Sebelumnya, WBP Lapas Perempuan Palembang diberikan pembinaan kemandirian tata rias wajah dan rambut atau salon kecantikan, dan menjahit.
Dalam program keterampilan membuat roti kali ini, menurut Ike, pihaknya memberikan pelatihan kepada 24 orang WBP.
Warga binaan yang mengikuti pelatihan itu,
dalam praktiknya ada empat orang yang dinilai mahir membuat roti dengan tiga varian roti dan lima rasa.
Roti yang dihasilkan WBP tersebut, yakni roti manis, roti tawar, dan roti bakar, dengan pilihan rasa (topping) coklat, keju, kacang merah, srikaya, dan kismis.
Untuk mendukung WBP melakukan praktik membuat roti selama menjalani masa pembinaan, pihaknya menyiapkan satu unit oven Getra tipe RFL-36SS, satu unit mesin pengembang adonan Getra tipe FJ-30GC, serta satu unit mixer roti dan kue berkapasitas 12 kg.
Peralatan tersebut merupakan bantuan CSR dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Palembang, dan diharapkan ada perusahaan lainnya yang bisa membantu tambahan peralatan.
Sementara untuk memasarkan roti yang diproduksi oleh WBP Lapas Perempuan ini, pihaknya membuka Galeri Roti di depan Lapas Perempuan yang terletak di pinggir Jalan Merdeka No.12 Kota Palembang.
Tempat pemasaran roti di Galeri Le Panile itu disiapkan tempat bagi pembeli untuk makan di tempat (dine in) menikmati pilihan menu lainnya seperti aneka lauk-pauk, minuman, model, tekwan, pempek, dan mie ayam
Selain itu, roti dan kue hasil produksi Galeri Le Panile juga dipasarkan secara daring (online) melalui media sosial instagram @bimkerlppplg.
Sementara Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto mengapresiasi pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang dengan keterampilan membuat roti dan berbagai keterampilan lainnya.
"Dengan keterampilan membuat kue, salon kecantikan, menjahit, dan keterampilan lainnya, diharapkan WBP Lapas Perempuan Palembang setelah bebas menjalani masa pidananya dapat memanfaatkan keterampilannya untuk bekerja atau merintis usaha," ujar Harun.
"Pembinaan di Lapas ini tidak hanya menjadikan WBP menyadari pelanggaran hukum yang dilakukannya dan berubah menjadi pribadi sadar hukum, tetapi diberikan berbagai keterampilan sesuai minat dan bakatnya," kata
Kepala Lapas Perempuan Palembang, Ike Rahmawati, di Palembang, Ahad.
Sebelumnya, WBP Lapas Perempuan Palembang diberikan pembinaan kemandirian tata rias wajah dan rambut atau salon kecantikan, dan menjahit.
Dalam program keterampilan membuat roti kali ini, menurut Ike, pihaknya memberikan pelatihan kepada 24 orang WBP.
Warga binaan yang mengikuti pelatihan itu,
dalam praktiknya ada empat orang yang dinilai mahir membuat roti dengan tiga varian roti dan lima rasa.
Roti yang dihasilkan WBP tersebut, yakni roti manis, roti tawar, dan roti bakar, dengan pilihan rasa (topping) coklat, keju, kacang merah, srikaya, dan kismis.
Untuk mendukung WBP melakukan praktik membuat roti selama menjalani masa pembinaan, pihaknya menyiapkan satu unit oven Getra tipe RFL-36SS, satu unit mesin pengembang adonan Getra tipe FJ-30GC, serta satu unit mixer roti dan kue berkapasitas 12 kg.
Peralatan tersebut merupakan bantuan CSR dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Palembang, dan diharapkan ada perusahaan lainnya yang bisa membantu tambahan peralatan.
Sementara untuk memasarkan roti yang diproduksi oleh WBP Lapas Perempuan ini, pihaknya membuka Galeri Roti di depan Lapas Perempuan yang terletak di pinggir Jalan Merdeka No.12 Kota Palembang.
Tempat pemasaran roti di Galeri Le Panile itu disiapkan tempat bagi pembeli untuk makan di tempat (dine in) menikmati pilihan menu lainnya seperti aneka lauk-pauk, minuman, model, tekwan, pempek, dan mie ayam
Selain itu, roti dan kue hasil produksi Galeri Le Panile juga dipasarkan secara daring (online) melalui media sosial instagram @bimkerlppplg.
Sementara Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto mengapresiasi pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Palembang dengan keterampilan membuat roti dan berbagai keterampilan lainnya.
"Dengan keterampilan membuat kue, salon kecantikan, menjahit, dan keterampilan lainnya, diharapkan WBP Lapas Perempuan Palembang setelah bebas menjalani masa pidananya dapat memanfaatkan keterampilannya untuk bekerja atau merintis usaha," ujar Harun.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kartika Sandra Desi sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Lapas Perempuan Palembang
27 October 2025 22:28 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Kota Palembang 8 Maret 2026: BMKG prediksi sebagan besar berawan
08 March 2026 8:09 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang 6 Maret 2026: BMKG prediksi diguyur hujan ringan
06 March 2026 11:23 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa gandeng Baznas susun program untuk masyarakat marginal
05 March 2026 4:39 WIB
Wali Kota Palembang tambah fasilitas RSUD Gandus, kini tersedia layanan medical check up
04 March 2026 18:58 WIB
Wujudkan identitas lokal, Ratu Dewa tata ikon Kota Palembang dengan nilai filosofis
03 March 2026 19:11 WIB
Sambut mudik Lebaran 2026, Palembang usulkan tambahan feeder LRT ke Plaju dan Kertapati
03 March 2026 9:27 WIB