
Lapas Perempuan Palembang bekali warga binaan makna bertahan sebagai seorang ibu

Palembang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palembang, Sumatera Selatan, menggelar kegiatan pembinaan kepribadian yang difokuskan pada penguatan mental dan psikologis bagi warga binaan, dengan mengusung tema arti bertahan sebagai seorang ibu.
Kepala LPP Kelas II A Palembang Desi Andriyani di Palembang, Sabtu, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat juang para perempuan di dalam lapas dalam menjaga ikatan batin dengan keluarga.
"Kegiatan ini juga masih dalam momen Hari Kartini 2026," katanya.
Ia menekankan bahwa berada di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, masa pembinaan ini harus dijadikan momentum untuk memperbaiki diri agar kelak ketika bebas, mereka dapat kembali ke pelukan keluarga sebagai sosok yang lebih tangguh.
"Seorang ibu adalah tiang bagi anak-anaknya. Kami ingin warga binaan memahami bahwa meskipun saat ini terpisah jarak dan ruang, perjuangan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah bentuk pengabdian nyata bagi masa depan anak-anak mereka," ujarnya.

Ia menyebutkan, melalui program ini, LPP Palembang berharap para perempuan binaan tidak hanya menjalani masa hukuman secara formal, tetapi juga mengalami transformasi batin.
Dengan memahami arti bertahan, mereka diharapkan memiliki alasan kuat untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan fokus menjadi sosok ibu yang dibanggakan.
Selain itu, ia mengingatkan para warga binaan untuk menjadikan sosok Kartini sebagai inspirasi wanita yang tangguh.
Sementara dalam kegiatan tersebut, juga di isi dengan berbagai agenda seperti fashion show ibu dan anak, menari bersama warga binaan, hingga berbagai perlombaan hiburan.
Setidaknya terdapat 200 orang keluarga yang mendapat kesempatan hadir langsung ke Lapas Palembang, untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Mulai dari keluarga dan anak - anak diberikan kesempatan bertemu langsung dengan para ibu nya yang sedang dalam tahap menerima pembinaan.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
