Polisi buru provokator bentrok antarpemuda di Tebo
Senin, 9 Mei 2022 16:04 WIB
Suasana mediasi yang digelar Kapolres Tebo AKBP Fitria dengan para perwakilan yang bertikai. ANTARA/HO
Jambi (ANTARA) - Pihak Kepolisian Resor (Polres) Tebo masih memburu pelaku utama atau provokator yang menyebabkan terjadinya bentrok antarpemuda di Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi.
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasi, Senin, mengatakan kini pihaknya sedang menindaklanjuti kasus itu dengan memburu provokator dan penyebar video serta foto-foto yang memicu konflik antar pemuda di Muara Tabir pada Minggu (8/5).
"Datanya sudah kami kantongi dan akan kami tindak lanjuti agar tidak terjadi konflik berlanjut," katanya.
Kemudian kedua belah pihak dari desa yang diwakili oleh masing-masing kepala desa, tokoh lembaga adat, dan tokoh desa akan membuat kesepakatan agar ke depannya saling menjaga kamtibmas.
Terkait adanya informasi bahwa ada konflik antara masyarakat Desa Olak Kemang dengan Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, hal itu dibantah pihak Polres.
Dikatakan Kapolres, itu bukan keributan antardesa, tetapi antara anak-anak yang sedang nongkrong namun sempat terjadi keributan karena adanya provokator yang menyebarkan hoaks dan memprovokasi kedua pihak sehingga terjadi keributan.
"Kami telah lakukan mediasi kedua belah pihak dan memanggil masing-masing keluarga," kata AKBP Fitria.
AKBP Fitria Mega menyatakan dirinya turun langsung ke Muara Tabir dan hingga subuh tadi telah dilakukan mediasi serta perdamaian.
"Kami juga sudah siagakan personel dari Polres dan Sat Brimob di polsek untuk memastikan situasi agar tetap kondusif," katanya.
Kapolres juga menjelaskan orang tua dari para pelaku yang melakukan pemukulan sepakat akan menghadirkan anak-anaknya dan bersedia untuk dilakukan proses hukum yang berlaku.
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat dikonfirmasi, Senin, mengatakan kini pihaknya sedang menindaklanjuti kasus itu dengan memburu provokator dan penyebar video serta foto-foto yang memicu konflik antar pemuda di Muara Tabir pada Minggu (8/5).
"Datanya sudah kami kantongi dan akan kami tindak lanjuti agar tidak terjadi konflik berlanjut," katanya.
Kemudian kedua belah pihak dari desa yang diwakili oleh masing-masing kepala desa, tokoh lembaga adat, dan tokoh desa akan membuat kesepakatan agar ke depannya saling menjaga kamtibmas.
Terkait adanya informasi bahwa ada konflik antara masyarakat Desa Olak Kemang dengan Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, hal itu dibantah pihak Polres.
Dikatakan Kapolres, itu bukan keributan antardesa, tetapi antara anak-anak yang sedang nongkrong namun sempat terjadi keributan karena adanya provokator yang menyebarkan hoaks dan memprovokasi kedua pihak sehingga terjadi keributan.
"Kami telah lakukan mediasi kedua belah pihak dan memanggil masing-masing keluarga," kata AKBP Fitria.
AKBP Fitria Mega menyatakan dirinya turun langsung ke Muara Tabir dan hingga subuh tadi telah dilakukan mediasi serta perdamaian.
"Kami juga sudah siagakan personel dari Polres dan Sat Brimob di polsek untuk memastikan situasi agar tetap kondusif," katanya.
Kapolres juga menjelaskan orang tua dari para pelaku yang melakukan pemukulan sepakat akan menghadirkan anak-anaknya dan bersedia untuk dilakukan proses hukum yang berlaku.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi periksa kejiwaan ibu aniaya anak secara sadis dengan senjata tajam
18 May 2022 22:32 WIB, 2022
Polres Tebo olah TKP penemuan tengkorak manusia diduga diterkam harimau
15 November 2021 5:19 WIB, 2021