25.000 warga OKU sudah divaksin COVID-19 dosis ketiga
Kamis, 28 April 2022 20:13 WIB
Seorang warga Kabupaten OKU divaksin COVID-19 penguat. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Ogan Komering Ulu, Sumsel (ANTARA) - Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sudah divaksin dosis ketiga sehingga diharapkan terbentuk kekebalan kelompok dari penyebaran COVID-19 termasuk varian Omicron.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Kamis, mengatakan cakupan vaksinasi penguat (booster) di daerah itu hingga saat ini hampir mencapai 10 persen atau sekitar 25.000 warga sudah divaksin dari 250 ribu sasaran.
Menurut dia, capaian ini mengalami peningkatan khususnya selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah mengingat vaksin penguat menjadi syarat bagi pelaku perjalanan mudik Lebaran 2022.
"Selama tiga pekan terakhir pada Ramadhan ini terjadi peningkatan 50 persen warga yang divaksin penguat dibandingkan sebelumnya," jelasnya.
Rata-rata selama Ramadhan setiap puskesmas yang menjadi tempat pelayanan vaksinasi melayani vaksin penguat sekitar 100-150 orang warga.
Padahal sebelum adanya aturan mudik lebaran mengharuskan warga divaksin penguat, peminatnya sepi setiap harinya hanya sekitar 50 orang warga yang disuntik vaksin dosis ketiga.
"Karena sebelumnya banyak warga yang beranggapan vaksin hingga dosis kedua sudah cukup untuk menangkal COVID-19," kata dia.
Padahal, kata Andi, pemberian vaksinasi dosis ketiga sangat penting bagi masyarakat sebagai pelengkap vaksin untuk melindungi diri dari virus corona termasuk varian Omicron.
"Mudah-mudahan jumlah warga yang divaksin penguat semakin banyak tidak hanya dengan adanya aturan mudik ini saja," ujar dia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Kamis, mengatakan cakupan vaksinasi penguat (booster) di daerah itu hingga saat ini hampir mencapai 10 persen atau sekitar 25.000 warga sudah divaksin dari 250 ribu sasaran.
Menurut dia, capaian ini mengalami peningkatan khususnya selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah mengingat vaksin penguat menjadi syarat bagi pelaku perjalanan mudik Lebaran 2022.
"Selama tiga pekan terakhir pada Ramadhan ini terjadi peningkatan 50 persen warga yang divaksin penguat dibandingkan sebelumnya," jelasnya.
Rata-rata selama Ramadhan setiap puskesmas yang menjadi tempat pelayanan vaksinasi melayani vaksin penguat sekitar 100-150 orang warga.
Padahal sebelum adanya aturan mudik lebaran mengharuskan warga divaksin penguat, peminatnya sepi setiap harinya hanya sekitar 50 orang warga yang disuntik vaksin dosis ketiga.
"Karena sebelumnya banyak warga yang beranggapan vaksin hingga dosis kedua sudah cukup untuk menangkal COVID-19," kata dia.
Padahal, kata Andi, pemberian vaksinasi dosis ketiga sangat penting bagi masyarakat sebagai pelengkap vaksin untuk melindungi diri dari virus corona termasuk varian Omicron.
"Mudah-mudahan jumlah warga yang divaksin penguat semakin banyak tidak hanya dengan adanya aturan mudik ini saja," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat OKU Sumsel diminta segera jalani vaksin penguat dosis kedua
23 February 2023 22:54 WIB, 2023
11.728 warga Palembang telah divaksinasi penguat kedua, lebih separuhnya nakes
16 February 2023 20:54 WIB, 2023
Dinkes OKU optimalkan pemberian vaksin penguat untuk masyarakat umum
07 February 2023 20:29 WIB, 2023
Vaksinasi COVID-19 dosis penguat untuk 1,4 juta warga Sumsel tertunda
25 January 2023 7:17 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB