Petani di OKU mulai budidayakan tanaman porang
Kamis, 10 Februari 2022 14:45 WIB
Petani merawat tanaman porang . ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Baturaja (ANTARA) - Petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mulai membudidayakan tanaman porang atau amorphophallus oncophyllus karena memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
"Porang ini sebenarnya tanaman rimba, tapi beberapa waktu terakhir permintaan pasar dari luar negeri cukup tinggi sehingga saya mulai membudidayakannya," kata Sunandar, salah seorang petani di Kacamatan Sinar Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis.
Menurut dia, porang merupakan tanaman yang potensial karena selain menjanjikan juga bisa ditanam di sela tanaman yang ada seperti kebun kopi.
Untuk perawatan jenis tanaman ini dinilai mudah karena cukup diberi pupuk kandang saja maka tanaman ini akan berkembang dengan sendirinya.
Selain itu, modal yang dikeluarkan untuk bercocok tanaman ini tidak begitu mahal yaitu petani cukup merogoh kocek sebesar Rp260.000 per kilogram untuk membeli bibit dengan isi 150 biji.
"Satu hektare lahan bisa ditanami 40 ribu porang dengan biaya tanam sampai panen kira-kira Rp180 juta dengan hasil panen sekitar Rp800 juta," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Agus Paharyono secara terpisah mengatakan, pihaknya terus mendorong petani di wilayah itu untuk membudidayakan tanaman porang karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Porang dapat menjadi bahan pangan dan untuk kecantikan serta obat-obatan lainnya. Jenis tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi karena satu kilogram porang setara dengan satu karung beras," kata dia.
Sejauh ini, tanaman porang telah dibudidayakan petani di Kecamatan Lengkiti dan Sinar Peninjauan yang ditekuni sejak tahun 2021 silam.
"Sebagai inisiator, kepala desa setempat bersama warga menanam bibit di lahan terbuka dan di lahan mereka sendiri," kata dia.
Hal itu dapat menjadi contoh bagi petani lainnya untuk turut membudidayakan porang mengingat permintaan pasar untuk jenis tanaman tersebut saat ini cukup tinggi.
"Dengan membudidayakan tanaman porang diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi petani di Kabupaten OKU," harapnya.
"Porang ini sebenarnya tanaman rimba, tapi beberapa waktu terakhir permintaan pasar dari luar negeri cukup tinggi sehingga saya mulai membudidayakannya," kata Sunandar, salah seorang petani di Kacamatan Sinar Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis.
Menurut dia, porang merupakan tanaman yang potensial karena selain menjanjikan juga bisa ditanam di sela tanaman yang ada seperti kebun kopi.
Untuk perawatan jenis tanaman ini dinilai mudah karena cukup diberi pupuk kandang saja maka tanaman ini akan berkembang dengan sendirinya.
Selain itu, modal yang dikeluarkan untuk bercocok tanaman ini tidak begitu mahal yaitu petani cukup merogoh kocek sebesar Rp260.000 per kilogram untuk membeli bibit dengan isi 150 biji.
"Satu hektare lahan bisa ditanami 40 ribu porang dengan biaya tanam sampai panen kira-kira Rp180 juta dengan hasil panen sekitar Rp800 juta," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Agus Paharyono secara terpisah mengatakan, pihaknya terus mendorong petani di wilayah itu untuk membudidayakan tanaman porang karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Porang dapat menjadi bahan pangan dan untuk kecantikan serta obat-obatan lainnya. Jenis tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi karena satu kilogram porang setara dengan satu karung beras," kata dia.
Sejauh ini, tanaman porang telah dibudidayakan petani di Kecamatan Lengkiti dan Sinar Peninjauan yang ditekuni sejak tahun 2021 silam.
"Sebagai inisiator, kepala desa setempat bersama warga menanam bibit di lahan terbuka dan di lahan mereka sendiri," kata dia.
Hal itu dapat menjadi contoh bagi petani lainnya untuk turut membudidayakan porang mengingat permintaan pasar untuk jenis tanaman tersebut saat ini cukup tinggi.
"Dengan membudidayakan tanaman porang diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi petani di Kabupaten OKU," harapnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fakultas Pertanian Unsri Palembang kembangkan budi daya porang sebagai tanaman sela
10 October 2021 20:27 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB