Sumsel perlu perbanyak wirausaha pertanian pulihkan ekonomi saat corona
Rabu, 22 Juli 2020 19:58 WIB
Sumsel perlu banyak wirausaha pertanian untuk pulihkan ekonomi (BPPSMDP)
Jakarta (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan (Sulsel) dinilai memerlukan lebih banyak wirausaha di bidang pertanian untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dalam keterangannya, Rabu, menjelaskan untuk kepentingan itu pihaknya memberikan pelatihan ke petugas di bidang pertanian agar dapat melatih masyarakat, sekaligus sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.
“Untuk memaksimalkan ketahanan pangan di lokasi IPDMIP, bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH ) Provinsi Sumatera Selatan memberikan Pelatihan Teknis Perbenihan bagi Staf Lapangan pada Kegiatan Perekrutan dan Pelatihan PPL Melalui IPDMIP,” katanya.
Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) merupakan proyek yang dilaksanakan khusus di daerah irigasi untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan pertanian berkelanjutan di daerah irigasi.
Ia menjelaskan jika IPDMIP bisa digarap dengan baik dan intens, maka produktivitas yang dihasilkan di daerah irigasi akan meningkat sejalan dengan itu wirausaha di sektor pertanian kemudian diharapkan berkembang.
"Pertanian yang digarap dengan baik, akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan usaha turunan termasuk wirausaha di sektor pertanian juga berkembang. Oleh karena itu petani dan penyuluh harus bisa memaksimalkan IPDMIP," katanya.
Dalam pelatihan, para peserta mendapatkan materi berupa Pengenalan Varietas Benih Unggul; Teknik Budidaya Penangkaran Benih Padi F2-F3 dan F3-F4; Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman; Penanganan Pascapanen dan Penyimpanan Benih; Sertifikasi dan Pengawasan Benih dan Dinamika Kelompok/Rencana Tindak Lanjut.
Pelatihan berlangsung di Aula Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Martapura OKU TImur pada 20 – 23 Juli 2020.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menilai pembekalan terhadap penyuluh sangat penting. Sebab, penyuluh yang nantinya akan memberikan masukan ke petani sekaligus wirausaha pertanian agar hasil produksi menjadi maksimal.
“Program IPDMIP ini akan memanfaatkan lahan di sekitar Daerah Irigasi, agar para petani yang berada di sekitar daerah irigasi dapat melakukan tata kelola air sehingga usaha taninya dapat memberikan hasil yang maksimal. Untuk itu, kita memberikan kepada penyuluh dan pendamping serta petugas pertanian lainnya agar bisa maksimal saat mendampingi petani dan produktivitas juga akan maksimal. Sebab melalui Project IPDMIP ini kita ingin menjaga ketahanan pangan dan memulihkan ekonomi nasional,” kata Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dalam keterangannya, Rabu, menjelaskan untuk kepentingan itu pihaknya memberikan pelatihan ke petugas di bidang pertanian agar dapat melatih masyarakat, sekaligus sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.
“Untuk memaksimalkan ketahanan pangan di lokasi IPDMIP, bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH ) Provinsi Sumatera Selatan memberikan Pelatihan Teknis Perbenihan bagi Staf Lapangan pada Kegiatan Perekrutan dan Pelatihan PPL Melalui IPDMIP,” katanya.
Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) merupakan proyek yang dilaksanakan khusus di daerah irigasi untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan pertanian berkelanjutan di daerah irigasi.
Ia menjelaskan jika IPDMIP bisa digarap dengan baik dan intens, maka produktivitas yang dihasilkan di daerah irigasi akan meningkat sejalan dengan itu wirausaha di sektor pertanian kemudian diharapkan berkembang.
"Pertanian yang digarap dengan baik, akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan usaha turunan termasuk wirausaha di sektor pertanian juga berkembang. Oleh karena itu petani dan penyuluh harus bisa memaksimalkan IPDMIP," katanya.
Dalam pelatihan, para peserta mendapatkan materi berupa Pengenalan Varietas Benih Unggul; Teknik Budidaya Penangkaran Benih Padi F2-F3 dan F3-F4; Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman; Penanganan Pascapanen dan Penyimpanan Benih; Sertifikasi dan Pengawasan Benih dan Dinamika Kelompok/Rencana Tindak Lanjut.
Pelatihan berlangsung di Aula Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Martapura OKU TImur pada 20 – 23 Juli 2020.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menilai pembekalan terhadap penyuluh sangat penting. Sebab, penyuluh yang nantinya akan memberikan masukan ke petani sekaligus wirausaha pertanian agar hasil produksi menjadi maksimal.
“Program IPDMIP ini akan memanfaatkan lahan di sekitar Daerah Irigasi, agar para petani yang berada di sekitar daerah irigasi dapat melakukan tata kelola air sehingga usaha taninya dapat memberikan hasil yang maksimal. Untuk itu, kita memberikan kepada penyuluh dan pendamping serta petugas pertanian lainnya agar bisa maksimal saat mendampingi petani dan produktivitas juga akan maksimal. Sebab melalui Project IPDMIP ini kita ingin menjaga ketahanan pangan dan memulihkan ekonomi nasional,” kata Mentan.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB