Wantimpres prihatin disiplin protokol kesehatan masyarakat menurun masa normal baru
Kamis, 2 Juli 2020 17:00 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, HR Agung Laksono virtual meeting dengan wartawan ANTARA 27 provinsi. (ANTARA/Yudi Abdullah/HO=Susdape XIV/menurun20)
Palembang (ANTARA) - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, HR Agung Laksono prihatin menurunnya disiplin masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam masa normal baru produktif aman dari corona virus disease 19 (COVID-19).
"Saya sangat prihatin mendengar informasi menurunnya disiplin masyarakat terutama dalam penggunaan masker dan menjaga jarak fisik di pasar tradisional serta beberapa tempat keramaian lainnya sehingga menyebabkan pasien baru positif COVID-19 hingga kini terus bertambah," kata Agung Laksono berbicara pemulihan ekonomi di era normal baru dalam 'virtual meeting' dengan wartawan ANTARA lulusan Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XIV Tahun 2006 dari 27 provinsi yang digelar Kamis siang.
Menanggapi informasi peserta dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indra Gultom yang mengungkap data terjadi penambahan pasien baru COVID-19 di daerahnya karena menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan pascapemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sangat disesalkan.
Warga Sumsel terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona jenis baru itu kembali bertambah 29 orang per 1 Juli 2020 sehingga totalnya menjadi 2.078 kasus dan Kota Pagaralam mencatatkan kasus lokal pertama.
Penambahan pasien baru positif COVID-19 terbanyak dari Kota Palembang (22 orang), Muara Enim (dua), PALI (dua), serta Banyuasin, Lubuklinggau dan Pagaralam masing-masing satu orang.
Baca juga: Agung Laksono: Ekonomi berjalan protokol kesehatan harga mati
Baca juga: Palembang gencarkan edukasi protokol COVID-19 sikapi status zona merah
Pencabutan status PSBB pada suatu daerah membuktikan penanganan wabah COVID-19 sudah baik, seharusnya masyarakat bisa lebih meningkatkan disiplin menjalani kehidupan dengan protokol kesehatan yang telah dilakukan selama ini di masa normal baru, bukan sebaliknya sehingga terjadi peningkatan pasien baru.
Normal baru bukan berarti keadaan sudah kembali seperti sebelum ada wabah virus Corona sehingga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan antisipasi penyebaran COVID-19.
Masyarakat harus bijak menyikapi normal baru menghadapi tekanan kesehatan dan ekonomi dengan melakukan kegiatan produktif mengikuti protokol kesehatan secara ketat seperti mengenakan masker secara benar bukan hanya sekedar menempel di wajah.
Informasi yang disampaikan wartawan ANTARA lulusan Susdape XIV dari 27 provinsi di Tanah Air merupakan masukan berharga untuk menjadi bahasan wantimpres sebagai bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo melakukan kebijakan pemulihan ekonomi di era normal baru.
"Melihat banyaknya informasi berharga dari kegiatan tersebut, saya akan memfasilitasi virtual meeting dengan wartawan ANTARA Susdape XIV dari berbagai provinsi dilakukan secara rutin," ujar anggota Wantimpres Agung Laksono.
Baca juga: Update 1 Juli: Kasus COVID-19 di Sumsel bertambah 29 orang, seorang pegawai Samsat di Pagaralam positif
Baca juga: Di Kota Pagaralam ditemukan kasus positif COVID-19 lokal pertama
"Saya sangat prihatin mendengar informasi menurunnya disiplin masyarakat terutama dalam penggunaan masker dan menjaga jarak fisik di pasar tradisional serta beberapa tempat keramaian lainnya sehingga menyebabkan pasien baru positif COVID-19 hingga kini terus bertambah," kata Agung Laksono berbicara pemulihan ekonomi di era normal baru dalam 'virtual meeting' dengan wartawan ANTARA lulusan Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XIV Tahun 2006 dari 27 provinsi yang digelar Kamis siang.
Menanggapi informasi peserta dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indra Gultom yang mengungkap data terjadi penambahan pasien baru COVID-19 di daerahnya karena menurunnya disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan pascapemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sangat disesalkan.
Warga Sumsel terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona jenis baru itu kembali bertambah 29 orang per 1 Juli 2020 sehingga totalnya menjadi 2.078 kasus dan Kota Pagaralam mencatatkan kasus lokal pertama.
Penambahan pasien baru positif COVID-19 terbanyak dari Kota Palembang (22 orang), Muara Enim (dua), PALI (dua), serta Banyuasin, Lubuklinggau dan Pagaralam masing-masing satu orang.
Baca juga: Agung Laksono: Ekonomi berjalan protokol kesehatan harga mati
Baca juga: Palembang gencarkan edukasi protokol COVID-19 sikapi status zona merah
Pencabutan status PSBB pada suatu daerah membuktikan penanganan wabah COVID-19 sudah baik, seharusnya masyarakat bisa lebih meningkatkan disiplin menjalani kehidupan dengan protokol kesehatan yang telah dilakukan selama ini di masa normal baru, bukan sebaliknya sehingga terjadi peningkatan pasien baru.
Normal baru bukan berarti keadaan sudah kembali seperti sebelum ada wabah virus Corona sehingga masyarakat mengabaikan protokol kesehatan antisipasi penyebaran COVID-19.
Masyarakat harus bijak menyikapi normal baru menghadapi tekanan kesehatan dan ekonomi dengan melakukan kegiatan produktif mengikuti protokol kesehatan secara ketat seperti mengenakan masker secara benar bukan hanya sekedar menempel di wajah.
Informasi yang disampaikan wartawan ANTARA lulusan Susdape XIV dari 27 provinsi di Tanah Air merupakan masukan berharga untuk menjadi bahasan wantimpres sebagai bahan pertimbangan Presiden Joko Widodo melakukan kebijakan pemulihan ekonomi di era normal baru.
"Melihat banyaknya informasi berharga dari kegiatan tersebut, saya akan memfasilitasi virtual meeting dengan wartawan ANTARA Susdape XIV dari berbagai provinsi dilakukan secara rutin," ujar anggota Wantimpres Agung Laksono.
Baca juga: Update 1 Juli: Kasus COVID-19 di Sumsel bertambah 29 orang, seorang pegawai Samsat di Pagaralam positif
Baca juga: Di Kota Pagaralam ditemukan kasus positif COVID-19 lokal pertama
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan lebat tiga jam, sejumlah permukiman dan jalan di Palembang tergenang air
05 April 2026 21:28 WIB
Pemkot Palembang revisi perwali larang kendaraan berat lintasi jalan protokol
15 September 2025 21:52 WIB
Media Israel serukan penyelidikan pembunuhan sandera oleh tank Israel
09 January 2024 11:47 WIB, 2024
Orang bergejala flu perlu pakai masker guna cegah penularan COVID-19
14 December 2023 21:00 WIB, 2023
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB