
Hujan deras guyur Palembang, sejumlah jalan protokol lumpuh terendam banjir

Palembang (ANTARA) - Sejumlah ruas jalan utama di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dikepung banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur setidaknya selama dua jam pada Selasa sore, dimulai sekira pukul 15.00 WIB.
Kondisi ini mengakibatkan mobilitas warga terganggu dan memicu kemacetan panjang di titik-titik rawan genangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, debit air yang tinggi meluap hingga setinggi lutut orang dewasa di kawasan strategis, seperti Jalan Kolonel H. Barlian (KM 5), Jalan Kapten A. Rivai, hingga kawasan simpang empat lampu merah Polda Sumsel. Drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan menyebabkan air meluber ke badan jalan dan merendam infrastruktur transportasi di sekitarnya.
Seorang warga, Dila Ira (29), mengungkapkan kekhawatirannya saat melintasi jalanan kota yang hampir menyerupai aliran sungai. Menurutnya, banyak pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti karena takut mesin kendaraan mengalami kerusakan akibat kemasukan air (water hammer).
"Hujannya sangat deras dan berlangsung cukup lama. Kami berharap genangan ini segera surut karena sangat menghambat aktivitas, terutama bagi warga yang masih berada di perjalanan," ujar Dila.
Sementara itu, Ridho Dwi (20), seorang mahasiswa, mengatakan bahwa ketinggian air yang mencapai roda kendaraan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan berkendara.
Ia menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah kota untuk mengevaluasi sistem pembuangan air agar masalah klasik ini tidak terus berulang setiap kali musim penghujan tiba.
"Jika permasalahan banjir ini tidak segera ditangani secara komprehensif, kemacetan kronis akan terus menjadi momok bagi warga Palembang setiap kali hujan turun," ungkapnya.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
