Rebutan penumpang di terminal, Pegawai PO berkelahi
Rabu, 12 Februari 2020 14:31 WIB
Petugas Kepolisian Sektor Ciracas melerai pertikaian antarpenjual tiket di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (9/2/2020). (ANTARA/HO-Polsek Ciracas)
Jakarta (ANTARA) - Keributan yang mengganggu kenyamanan penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/2), dipicu perseteruan antarpenjual tiket pada perusahaan otobus (PO).
"Kami luruskan informasi yang beredar, bahwa keributan di Terminal Kampung Rambutan tidak ada kaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), tapi rebutan penumpang PO," ujar Kasat Reskrim Polresto Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo di Jakarta, Rabu siang.
Berdasarkan laporan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas, kata Hery, peristiwa terjadi pada pukul 01.00 WIB di zona PO Terminal Kampung Rambutan. Kejadian berawal saat PO ALS mendapatkan delapan penumpang tujuan Pekalongan, Jawa Tengah.
"Namun saat penumpang sampai di loket PO ALS, tidak ada kesepakatan harga sehingga penumpang tersebut diambil oleh PO Setia Negara dengan ongkos Rp100.000 per orang," kata Hery.
Kemudian salah satu karyawan PO ALS meminta komisi kepada PO Setia Negara Rp10.000 per orang, tapi permintaan tersebut tidak diberikan oleh PO Setia Negara.
"Lalu terjadi perkelahian antara PO ALS dan PO Setia Negara yang menyebabkan karyawan PO Setia Negara atas nama Joel D Saputra Simatupang (22) mengalami luka," katanya.
Joel menderita luka di pelipis bagian kanan akibat dipukul menggunakan bangku lipat oleh karyawan PO ALS bernama Chandra.
Melihat rekannya dianiaya, korban Rahmat Hidayat (25) mencoba membantu Joel yang dikeroyok sehingga menjadi sasaran pemukulan dari pelaku. "Korban juga mengalami luka pada tengkuk belakang dan luka pada perut," katanya.
Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum. "Pelaku dan korban sempat membawa-bawa salah satu nama ormas, tapi itu tidak terjadi," katanya.
Saat ini pelaku sedang dalam proses pemeriksaan polisi di Mapolsek Ciracas.
"Kami luruskan informasi yang beredar, bahwa keributan di Terminal Kampung Rambutan tidak ada kaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), tapi rebutan penumpang PO," ujar Kasat Reskrim Polresto Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo di Jakarta, Rabu siang.
Berdasarkan laporan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas, kata Hery, peristiwa terjadi pada pukul 01.00 WIB di zona PO Terminal Kampung Rambutan. Kejadian berawal saat PO ALS mendapatkan delapan penumpang tujuan Pekalongan, Jawa Tengah.
"Namun saat penumpang sampai di loket PO ALS, tidak ada kesepakatan harga sehingga penumpang tersebut diambil oleh PO Setia Negara dengan ongkos Rp100.000 per orang," kata Hery.
Kemudian salah satu karyawan PO ALS meminta komisi kepada PO Setia Negara Rp10.000 per orang, tapi permintaan tersebut tidak diberikan oleh PO Setia Negara.
"Lalu terjadi perkelahian antara PO ALS dan PO Setia Negara yang menyebabkan karyawan PO Setia Negara atas nama Joel D Saputra Simatupang (22) mengalami luka," katanya.
Joel menderita luka di pelipis bagian kanan akibat dipukul menggunakan bangku lipat oleh karyawan PO ALS bernama Chandra.
Melihat rekannya dianiaya, korban Rahmat Hidayat (25) mencoba membantu Joel yang dikeroyok sehingga menjadi sasaran pemukulan dari pelaku. "Korban juga mengalami luka pada tengkuk belakang dan luka pada perut," katanya.
Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum. "Pelaku dan korban sempat membawa-bawa salah satu nama ormas, tapi itu tidak terjadi," katanya.
Saat ini pelaku sedang dalam proses pemeriksaan polisi di Mapolsek Ciracas.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sahabat Nelayan di Kampung Bahari Bengkulu
14 January 2026 12:11 WIB
Pemkot Palembang kembangkan kampung kreatif tingkatkan kunjungan wisatawan
27 December 2025 9:54 WIB
Semarak Kampung Sehati: Pusri Bangun Kebersamaan dan Harmoni dengan Warga
06 December 2025 19:56 WIB
Pertamina EP Pendopo Field perkuat program Kampung Iklim di Desa Benakat Minyak
24 October 2025 17:19 WIB