Hama ulat grayak serang tanaman jagung
Rabu, 8 Januari 2020 11:53 WIB
Petugas mengoperasikan drone untuk proses penyiraman obat tanaman jagung di Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/HO Dinas Pertanian Garut)
Garut (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatat sejumlah daerah yang ditanami jagung diserang hama ulat grayak frugiperda (UGF) menyebabkan kerusakan pada batang jagung sehingga menjadi perhatian dinas untuk mengatasinya agar tidak meluas dan merugikan petani.
"Dengan kondisi seperti ini harus ada pencegahan sejak memulai tanaman jagung," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga saat meninjau tanaman jagung yang terserang hama di Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Selasa.
Ia menuturkan hama ulat tersebut menyerang dengan cara memakan batang pohon sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung.
Daerah yang cukup parah terdampak serangan hama terjadi di Desa Binakarya, Kecamatan Bayuresmi dengan luas lahan tanaman jagung sekitar 10 hektare.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi perhatian Dinas Pertanian untuk menanggulangi dan mengantisipasinya termasuk mengedukasi petani untuk mengetahui ciri-ciri dan cara penanggulangannya.
"Kewajiban kami dari Dinas Pertanian dan UPT untuk mengimbau dan memberikan edukasi terkait wabah hama yang menyerang saat ini," katanya.
Beni menyampaikan serangan hama ulat bisa diantisipasi dengan memberikan pemahaman cara penanggulangan dan pencegahan sejak dini kepada kelompok tani di seluruh daerah.
Selain itu, lanjut dia, petani dapat bergotong-royong dalam memberantas hama sehingga biayanya tidak terlalu besar dan penanggulangannya lebih cepat dibandingkan cara masing-masing.
"Bentuk gotong royong sendiri bisa dengan cara 'udunan' (patungan) membeli obat-obatan, harga obatnya pun cukup terjangkau dan bisa dibeli di toko obat pertanian," katanya.
Sementara itu, petugas dari Dinas Pertanian yang datang langsung ke kebun jagung di Banyuresmi menyampaikan jenis obat yang baik untuk membasmi hama yang menyerang tanaman jagung.
Selain itu petani juga dikenalkan dengan teknologi penyiraman tanaman melalui pemanfaatan drone yang dimodifikasi khusus untuk menyiram tanaman jagung secara merata.***1***
"Dengan kondisi seperti ini harus ada pencegahan sejak memulai tanaman jagung," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga saat meninjau tanaman jagung yang terserang hama di Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Selasa.
Ia menuturkan hama ulat tersebut menyerang dengan cara memakan batang pohon sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung.
Daerah yang cukup parah terdampak serangan hama terjadi di Desa Binakarya, Kecamatan Bayuresmi dengan luas lahan tanaman jagung sekitar 10 hektare.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi perhatian Dinas Pertanian untuk menanggulangi dan mengantisipasinya termasuk mengedukasi petani untuk mengetahui ciri-ciri dan cara penanggulangannya.
"Kewajiban kami dari Dinas Pertanian dan UPT untuk mengimbau dan memberikan edukasi terkait wabah hama yang menyerang saat ini," katanya.
Beni menyampaikan serangan hama ulat bisa diantisipasi dengan memberikan pemahaman cara penanggulangan dan pencegahan sejak dini kepada kelompok tani di seluruh daerah.
Selain itu, lanjut dia, petani dapat bergotong-royong dalam memberantas hama sehingga biayanya tidak terlalu besar dan penanggulangannya lebih cepat dibandingkan cara masing-masing.
"Bentuk gotong royong sendiri bisa dengan cara 'udunan' (patungan) membeli obat-obatan, harga obatnya pun cukup terjangkau dan bisa dibeli di toko obat pertanian," katanya.
Sementara itu, petugas dari Dinas Pertanian yang datang langsung ke kebun jagung di Banyuresmi menyampaikan jenis obat yang baik untuk membasmi hama yang menyerang tanaman jagung.
Selain itu petani juga dikenalkan dengan teknologi penyiraman tanaman melalui pemanfaatan drone yang dimodifikasi khusus untuk menyiram tanaman jagung secara merata.***1***
Pewarta : Feri Purnama
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Wujudkan instruksi Megawati Soekarnoputri, Devi Suhartoni pacu sentra bawang merah di Musi Rawas Utara
24 January 2026 18:22 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB