JCH diimbau bawa barang secukupnya
Minggu, 14 Juli 2019 15:31 WIB
Mekkah. (ANTARA/Hanni Sofia/aa)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari mengimbau jamaah calon haji (JCH) untuk membawa barang secukupnya tidak berlebihan saat bergerak dari Madinah, Arab Saudi, ke Mekkah.
Akhmad di Madinah, Minggu, mengatakan imbauan itu juga tertuang Surat Edaran Kantor Urusan Haji RI Daker Madinah.
Dalam edaran itu, dia mengimbau barang yang akan diangkut dalam proses keberangkatan adalah koper besar, tas kabin dan kursi roda. Selain barang tersebut tidak akan diangkut.
Sebelumnya, Kepala Seksi Transportasi Madinah, Fitsa Baharuddin juga mengingatkan agar JCH tidak membawa barang-barang yang berlebihan karena dikhawatirkan kapasitas bus tidak cukup.
Menurut dia, bus yang digunakan berkapasitas maksimal 50 penumpang. Dalam satu rombongan jumlahnya 46 hingga 50 orang. Kapasitas bagasi bus terbatas sehingga jemaah diminta tidak membawa barang-barang berlebihan.
Biasanya, kata dia bawaan jamaah bertambah karena membawa oleh-oleh atau suvenir dari Madinah. Untuk jamaah gelombang pertama bisa membeli oleh-oleh di Mekkah sehingga kepadatan barang di bus bisa dikurangi.
"Biasanya bagasi overload, kapasitas bus di bagasi sangat terbatas. Isinya oleh-oleh, kemudian ada yang bawa perlengkapan alat masak, itu yang jadi over bagasi," tambah dia.
Akhmad di Madinah, Minggu, mengatakan imbauan itu juga tertuang Surat Edaran Kantor Urusan Haji RI Daker Madinah.
Dalam edaran itu, dia mengimbau barang yang akan diangkut dalam proses keberangkatan adalah koper besar, tas kabin dan kursi roda. Selain barang tersebut tidak akan diangkut.
Sebelumnya, Kepala Seksi Transportasi Madinah, Fitsa Baharuddin juga mengingatkan agar JCH tidak membawa barang-barang yang berlebihan karena dikhawatirkan kapasitas bus tidak cukup.
Menurut dia, bus yang digunakan berkapasitas maksimal 50 penumpang. Dalam satu rombongan jumlahnya 46 hingga 50 orang. Kapasitas bagasi bus terbatas sehingga jemaah diminta tidak membawa barang-barang berlebihan.
Biasanya, kata dia bawaan jamaah bertambah karena membawa oleh-oleh atau suvenir dari Madinah. Untuk jamaah gelombang pertama bisa membeli oleh-oleh di Mekkah sehingga kepadatan barang di bus bisa dikurangi.
"Biasanya bagasi overload, kapasitas bus di bagasi sangat terbatas. Isinya oleh-oleh, kemudian ada yang bawa perlengkapan alat masak, itu yang jadi over bagasi," tambah dia.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK selidiki dugaan pratik pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebelum 2019 di Kemenaker
26 August 2025 7:41 WIB
Pejabat Kemenhub ditugasi kumpulkan uang untuk pemenangan Pilpres 2019
13 January 2025 16:59 WIB, 2025
Pimpinan DPRD Sumsel 2019-2024 berpamitan serahkan kursi ke dewan baru
24 September 2024 21:17 WIB, 2024
45 Anggota DPRD Banyuasin disumpah, Pj Bupati apresiasi anggota DPRD 2019-2024
11 September 2024 19:06 WIB, 2024
Kejati Sumsel tangkap buronan korupsi rehabilitasi jalan tahun 2019
14 November 2023 14:29 WIB, 2023
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Kemenkominfo ungkap langkah tangani situs pemda disusupi judi online
20 January 2023 13:50 WIB, 2023
Terpopuler - Lipsus
Lihat Juga
Gelamai dan Lepat Binti, penganan khas Bengkulu diminati pasar Malaysia dan Singapura
31 October 2022 21:22 WIB, 2022