CEO Facebook minta pemerintah perbarui regulasi internet
Minggu, 31 Maret 2019 17:23 WIB
Mark Zuckerberg. (.ft.com)
Jakarta (ANTARA) - CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta regulator "lebih berperan aktif" dalam membuat peraturan Internet untuk memperbaiki ekosistem dunia maya.
"Dengan memperbarui aturan untuk Internet, kita dapat menyimpan apa yang terbaik tentang Internet - kebebasan bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri mereka dan bagi wirausahawan untuk membangun hal-hal baru - sekaligus menjaga masyarakat dari ancaman yang lebih luas," tulis Zuckerberg untuk The Washington Post, dikutip dari Reuters, Minggu.
Zuckerberg menulis di koran tersebut tentang pendekatan standar untuk menghapus konten akan membantu perusahaan Internet tetap terpercaya.
Komentarnya tersebut ditulis menyusul laporan Washington Post yang mengatakan pemerintah AS dan Facebook sedang menegosiasikan penyelesaian denda senilai jutaan dolar terkait persoalan privasi yang dihadapi perusahaan itu.
Dia juga meminta undang-undang terbaru yang melindungi pemilihan umum, termasuk aturan baru untuk iklan kampanye politik yang "menggambarkan realitas ancaman" yang dihadapi perusahaan media sosial.
Facebook beberapa bulan terakhir ini dikritik karena dianggap gagal mengatur konten mereka dan melindungi data pribadi pengguna yang ada di platform tersebut.
Intelijen AS menyatakan Rusia membantu menyebarkan konten disinformasi di Facebook pada kampanye Pilpres AS 2016 lalu.
"Dengan memperbarui aturan untuk Internet, kita dapat menyimpan apa yang terbaik tentang Internet - kebebasan bagi orang-orang untuk mengekspresikan diri mereka dan bagi wirausahawan untuk membangun hal-hal baru - sekaligus menjaga masyarakat dari ancaman yang lebih luas," tulis Zuckerberg untuk The Washington Post, dikutip dari Reuters, Minggu.
Zuckerberg menulis di koran tersebut tentang pendekatan standar untuk menghapus konten akan membantu perusahaan Internet tetap terpercaya.
Komentarnya tersebut ditulis menyusul laporan Washington Post yang mengatakan pemerintah AS dan Facebook sedang menegosiasikan penyelesaian denda senilai jutaan dolar terkait persoalan privasi yang dihadapi perusahaan itu.
Dia juga meminta undang-undang terbaru yang melindungi pemilihan umum, termasuk aturan baru untuk iklan kampanye politik yang "menggambarkan realitas ancaman" yang dihadapi perusahaan media sosial.
Facebook beberapa bulan terakhir ini dikritik karena dianggap gagal mengatur konten mereka dan melindungi data pribadi pengguna yang ada di platform tersebut.
Intelijen AS menyatakan Rusia membantu menyebarkan konten disinformasi di Facebook pada kampanye Pilpres AS 2016 lalu.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemarin sita perhatian mulai Zuckerberg rugi 29 miliar dolar hingga ekonomi Bali bangkit
05 February 2022 8:45 WIB, 2022
Zuckerberg rugi 29 miliar dolar dalam sehari karena saham Meta jatuh
04 February 2022 8:58 WIB, 2022
Sehari Zuckerberg rugi 29 miliar dolar, Bezos untung 20 miliar dolar
04 February 2022 8:48 WIB, 2022
Zuckerberg kehilangan 7 miliar dolar akibat boikot pengusaha Amerika terhadap Facebook
28 June 2020 12:36 WIB, 2020
Karyawan Facebook mogok kecewa terhadap postingan Trump, Zuckerberg bergeming
03 June 2020 8:46 WIB, 2020