15.357 KPM di oku terima raskin
Selasa, 9 Januari 2018 9:28 WIB
Arsip- Pembagian raskin untuk kalangan warga yang kurang mampu. (ANTARA)
Baturaja (Antaranews Sumsel) - Sebanyak 15.357 Keluarga Penerima Manfaat masyarakat kurang mampu di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menerima bantuan beras miskin yang disalurkan oleh pemerintah pusat pada tahun ini.
"Pada 2018 ini, sebanyak 15.357 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya disebut Rumah Tangga Sasaran (RTS) akan menerima bantuan sosial beras sejahtera (rastra) atau lebih dikenal dengan sebutan beras miskin (raskin)," kata Kepala Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU), Syaiful Kamal di Baturaja, Senin.
Syaiful mengatakan, ihak memperoleh jumlah KPM tersebut dari hasil validasi data base yang diberikan Kemensos sejak September hingga Desember 2017.
Data yang diperoleh itu kata Syaiful, selain sebagai data validasi jumlah KPM dalam program bansos Rastra, juga akan digunakan untuk menyalurkan bantuan program Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) pada tahun ini.
"Memang untuk tahap awal di 2018 ini, kita masih menyalurkan bansos rastra berupa bantuan beras standar medium sebanyak 10 kilogram tanpa menebus alias gratis," katanya.
Untuk selanjutnya, jika program BPNT sudah berjalan maka data 15.357 KPM itu akan dipergunakan sebagai jumlah masyarakat penerima bantuan di OKU.
Dia mengemukakan, pihaknya sendiri saat ini akan membentuk tim koordinasi tingkat kabupaten dan kecamatan terkait akan direalisasikannya program bansos BPNT maupun rastra.
"Pembentukan tim koordinasi ini untuk memastikan kelancaran program termasuk ketersediaan dan stabilitas pangan lokal," ujarnya.
(T.KR-EDO/S023)
"Pada 2018 ini, sebanyak 15.357 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya disebut Rumah Tangga Sasaran (RTS) akan menerima bantuan sosial beras sejahtera (rastra) atau lebih dikenal dengan sebutan beras miskin (raskin)," kata Kepala Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU), Syaiful Kamal di Baturaja, Senin.
Syaiful mengatakan, ihak memperoleh jumlah KPM tersebut dari hasil validasi data base yang diberikan Kemensos sejak September hingga Desember 2017.
Data yang diperoleh itu kata Syaiful, selain sebagai data validasi jumlah KPM dalam program bansos Rastra, juga akan digunakan untuk menyalurkan bantuan program Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) pada tahun ini.
"Memang untuk tahap awal di 2018 ini, kita masih menyalurkan bansos rastra berupa bantuan beras standar medium sebanyak 10 kilogram tanpa menebus alias gratis," katanya.
Untuk selanjutnya, jika program BPNT sudah berjalan maka data 15.357 KPM itu akan dipergunakan sebagai jumlah masyarakat penerima bantuan di OKU.
Dia mengemukakan, pihaknya sendiri saat ini akan membentuk tim koordinasi tingkat kabupaten dan kecamatan terkait akan direalisasikannya program bansos BPNT maupun rastra.
"Pembentukan tim koordinasi ini untuk memastikan kelancaran program termasuk ketersediaan dan stabilitas pangan lokal," ujarnya.
(T.KR-EDO/S023)
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Karhutla Gunung Bromo: Titik api Probolinggo padam, Pasuruan masih dipadamkan
12 August 2026 11:34 WIB
Terbukti buang sampah sembarangan, perusahaan jasa pengangkut didenda Rp10 juta
12 August 2026 7:18 WIB
BPBD Cilacap salurkan 1,18 juta liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan
09 August 2026 11:42 WIB