Pemerintah Palembang dorong pemanfaatan biogas
Senin, 9 Oktober 2017 10:42 WIB
Dokumentasi- Pemanfaatan Biogas Untuk Keperluan Rumah tangga . (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/dol)
Palembang, 9/10 (Antara) - Pemerintah Kota Palembang mendorong masyarakat untuk memanfaatan limbah industri rumah tangga menjadi biogas guna menghasilkan sumber energi yang ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Senin, mengatakan, pemanfaatan itu sudah dilakukan di sejumlah industri tahu dan peternakan sapi di Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami.
"Upaya ini sungguh luar biasa betapa masyarakat dapat menghemat sampai ratusan ribu dalam satu bulan jika menggunakan biogas," kata Finda, sapaan akrab Fitrianti.
Ia mengatakan dengan memanfaatkan kotoran dari tiga ekor sapi, maka sebuah keluarga sudah dapat menyetok gas untuk memasak.
"Kotoran sapi dikumpulkan kemudian menggunakan sebuah alat penampungan akan dibiarkan terbentuk menjadi gas setelah disimpan selama beberapa hari. Cara ini sangat sederhana tapi hasilnya sangat luar biasa," kata dia.
Untuk itu, pemkot akan menyebarluaskan keberhasilan ini ke kelurahan lain agar menggugah masyarakat untuk mengambil langkah serupa.
Pemkot berencana membuat tempat percontohan pemanfaatan biogas di setiap kelurahan.
"Akan lebih mudah jika di suatu kelurahan sudah ada pabrik tahu, atau peternakan sapi. Pemkot siap menfasilitasi," kata dia.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan daerah harus membidik proyek energi baru dan terbarukan karena negara telah mengalokasikan dana APBN untuk mencapai target penyediaan energi 35 ribu Mega Watt dalam lima tahun hingga 2019.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Palembang sudah membangun Pembangkit Listrik Sampah berkapasitas 500 kW di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sukawinatan dengan menggunakan dana APBN.
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Senin, mengatakan, pemanfaatan itu sudah dilakukan di sejumlah industri tahu dan peternakan sapi di Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami.
"Upaya ini sungguh luar biasa betapa masyarakat dapat menghemat sampai ratusan ribu dalam satu bulan jika menggunakan biogas," kata Finda, sapaan akrab Fitrianti.
Ia mengatakan dengan memanfaatkan kotoran dari tiga ekor sapi, maka sebuah keluarga sudah dapat menyetok gas untuk memasak.
"Kotoran sapi dikumpulkan kemudian menggunakan sebuah alat penampungan akan dibiarkan terbentuk menjadi gas setelah disimpan selama beberapa hari. Cara ini sangat sederhana tapi hasilnya sangat luar biasa," kata dia.
Untuk itu, pemkot akan menyebarluaskan keberhasilan ini ke kelurahan lain agar menggugah masyarakat untuk mengambil langkah serupa.
Pemkot berencana membuat tempat percontohan pemanfaatan biogas di setiap kelurahan.
"Akan lebih mudah jika di suatu kelurahan sudah ada pabrik tahu, atau peternakan sapi. Pemkot siap menfasilitasi," kata dia.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan daerah harus membidik proyek energi baru dan terbarukan karena negara telah mengalokasikan dana APBN untuk mencapai target penyediaan energi 35 ribu Mega Watt dalam lima tahun hingga 2019.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Palembang sudah membangun Pembangkit Listrik Sampah berkapasitas 500 kW di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sukawinatan dengan menggunakan dana APBN.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jaksa tuntut eks Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda dihukum 8,5 tahun penjara
21 January 2026 6:19 WIB
Tersangka korupsi PMI, mantan Wakil Wali Kota Palembang dan suami kembali diperiksa jaksa
17 April 2025 12:08 WIB
Kejari Palembang panggil mantan wakil wali kota Fitrianti Agustinda kasus dana PMI
08 April 2025 14:19 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB