Aburizal usulkan Cawapres dampingi Jokowi hadapi 2019
Selasa, 23 Mei 2017 10:40 WIB
Aburizal Bakrie (ANTARA)
Balikpapan (Antarasumsel.com) - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengusulkan rapat pimpnan nasional (Rapimnas) Partai Golkar membahas kriteria bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo calon presiden usulan Partai Golkar pada pemilu 2019.
"Menghadapi pemilu presiden 2019, Partai Golkar sudah memutuskan mendukung Pak Jokowi sebagai capres, tapi posisi cawapres masih kosong. Apakah Partai Golkar akan mengusulkan satu atau dua nama sebagai bakal cawapres," kata Aburizal Bakrie ketika menyampaikan pidato pengarahan, pada Rapimnas II Partai Golkar, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin malam.
Menurut Aburizal, akan lebih baik jika bakal cawapres itu dari Partai Golkar.
Usulan tersebut, kata dia, diserahkan kepada Rapimnas yang sedang berlangsung, untuk dibahas.
"Tapi, usulan tersebut sebaiknya jangan sebut nama dulu, tapi baru sebatas kriteria," katanya.
Aburizal menegaskan, kalau sudah langsung disebut nama, maka akan memunculkan konflik baru di internal partai, karena akan terjadi saling memotong dan menggunting, serta terjadi saling menggosok dan gesekan.
"Hal-hal yang menyakitkan seperti ini jangan lagi terjadi di internal Partai Golkar," katanya.
Mantan Menko Kesra pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menambahkan, persoalan internal partai agar dibicarakan secara internal, tidak keluar ke ruang publik.
Partai Golkar sebagai partai tengah yang berpengalaman, menurut dia, tentu dapat memberikan pandangan yang bijak untuk semua, sehingga Partai Golkar akan semakin dicintai rakyat.
"Menghadapi pemilu presiden 2019, Partai Golkar sudah memutuskan mendukung Pak Jokowi sebagai capres, tapi posisi cawapres masih kosong. Apakah Partai Golkar akan mengusulkan satu atau dua nama sebagai bakal cawapres," kata Aburizal Bakrie ketika menyampaikan pidato pengarahan, pada Rapimnas II Partai Golkar, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin malam.
Menurut Aburizal, akan lebih baik jika bakal cawapres itu dari Partai Golkar.
Usulan tersebut, kata dia, diserahkan kepada Rapimnas yang sedang berlangsung, untuk dibahas.
"Tapi, usulan tersebut sebaiknya jangan sebut nama dulu, tapi baru sebatas kriteria," katanya.
Aburizal menegaskan, kalau sudah langsung disebut nama, maka akan memunculkan konflik baru di internal partai, karena akan terjadi saling memotong dan menggunting, serta terjadi saling menggosok dan gesekan.
"Hal-hal yang menyakitkan seperti ini jangan lagi terjadi di internal Partai Golkar," katanya.
Mantan Menko Kesra pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menambahkan, persoalan internal partai agar dibicarakan secara internal, tidak keluar ke ruang publik.
Partai Golkar sebagai partai tengah yang berpengalaman, menurut dia, tentu dapat memberikan pandangan yang bijak untuk semua, sehingga Partai Golkar akan semakin dicintai rakyat.
Pewarta : Riza Harahap
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Pelita Jaya juarai IBL Indonesia Cup 2022 usai tekuk Satria Muda Pertamina
13 November 2022 21:15 WIB, 2022
Saksi sebut ketergantungan Nia-Ardi konsumsi sabu sedang menuju ringan
09 December 2021 14:43 WIB, 2021
Polisi bantah beri perlakuan khusus terhadap Nia-Ardi Bakrie sebagai tersangka narkoba
10 July 2021 22:22 WIB, 2021