Peneliti: Sumsel kaya potensi bioenergi
Sabtu, 6 Mei 2017 3:23 WIB
Tongkang mengangkut tambang batu bara . (ANTARA/Kasriadi/Ang)
Palembang (Antarasumsel.com) - Peneliti dari pusat penelitian internasional "Center for Internasional Forestry Research" (Cifor) Himlal Baral mengatakan, Sumatera Selatan kaya akan potensi bioenergi sehingga itu harus dikembangkan.
Daerah ini banyak terdapat potensi energi sehingga keberadaannya harus dimanfaatkan dan dikembangkan, kata dia pada acara pemanfaatan dan pengelolaan gambut Indonesia di Palembang, Jumat.
Dia mengatakan, bioenergi dihasilkan dari bahan organik yang potensinya di Sumsel cukup besar.
Apalagi saat ini semua pihak masih sangat tergantung dengan ketersediaan minyak bumi untuk memenuhi berbagai kebutuhan
kehidupan sehingga keberadaannya terus berkurang, ujar dia.
Jadi pemanfaatan bioenergi sangat dibutuhkan sehingga keberadaannya harus dimaksimalkan, kata dia.
Menurut dia, melihat hal tersebut maka bioenergi sangat dibutuhkan karena ketersediaan minyak akan terus berkurang.
Namun, lanjut dia, dalam pemanfaatan bioenergi itu harus mengutamakan lingkungan termasuk lahan gambut.
Dia mengatakan, sekarang ini banyak hutan dan lahan mengalami kerusakan akibat berbagai hal seperti pengurangan sumber air, tumbuhan termasuk terjadinya kebakaran.
Lahan tersebut perlu direstorasi dan sekaligus meningkatkan ketahanan energi dan pangan, ujar dia.
Sementara ilmuwan Cifor Prof Herry Purnomo mengatakan, lahan yang terdegradasi dapat direstorasi dengan membangun hutan lestari untuk memproduksi biomasa.
Hal ini karena biomasa bisa digunakan untuk energi terbarukan atau bioenergi dan itu sudah menjadi program utama dalam melestarikan lingkungan, ujar guru besar IPB itu.
Daerah ini banyak terdapat potensi energi sehingga keberadaannya harus dimanfaatkan dan dikembangkan, kata dia pada acara pemanfaatan dan pengelolaan gambut Indonesia di Palembang, Jumat.
Dia mengatakan, bioenergi dihasilkan dari bahan organik yang potensinya di Sumsel cukup besar.
Apalagi saat ini semua pihak masih sangat tergantung dengan ketersediaan minyak bumi untuk memenuhi berbagai kebutuhan
kehidupan sehingga keberadaannya terus berkurang, ujar dia.
Jadi pemanfaatan bioenergi sangat dibutuhkan sehingga keberadaannya harus dimaksimalkan, kata dia.
Menurut dia, melihat hal tersebut maka bioenergi sangat dibutuhkan karena ketersediaan minyak akan terus berkurang.
Namun, lanjut dia, dalam pemanfaatan bioenergi itu harus mengutamakan lingkungan termasuk lahan gambut.
Dia mengatakan, sekarang ini banyak hutan dan lahan mengalami kerusakan akibat berbagai hal seperti pengurangan sumber air, tumbuhan termasuk terjadinya kebakaran.
Lahan tersebut perlu direstorasi dan sekaligus meningkatkan ketahanan energi dan pangan, ujar dia.
Sementara ilmuwan Cifor Prof Herry Purnomo mengatakan, lahan yang terdegradasi dapat direstorasi dengan membangun hutan lestari untuk memproduksi biomasa.
Hal ini karena biomasa bisa digunakan untuk energi terbarukan atau bioenergi dan itu sudah menjadi program utama dalam melestarikan lingkungan, ujar guru besar IPB itu.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumsel toleransi truk batu bara menyeberang jalan nasional hingga akhir Februari 2026
05 February 2026 21:35 WIB
Kilang Pertamina Plaju siapkan fasilitas jetty dukung hilirisasi batu bara dalam Proyek DME
02 February 2026 13:59 WIB
Sumsel tetap tak izinkan angkutan batu bara pemasok PLTU Bengkulu melintas
28 January 2026 20:45 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru pertimbangkan diskresi angkutan batu bara PLTU Bengkulu
23 January 2026 18:44 WIB
Cegah listrik padam di Sumatera, PLN minta Gubernur Sumsel buka jalan truk batu bara di Lubuk Linggau
22 January 2026 14:10 WIB
Pemprov Sumsel targetkan perbaikan Jembatan P6 Lalan Muba dirampungkan dalam tujuh bulan
14 January 2026 6:51 WIB
Jaga keberlangsungan operasional PLTU Sumbagsel, Pemprov kaji pemberian diskresi angkutan batu bara
09 January 2026 8:27 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB