Dino dorong BUMN perkebunan tingkatkan ekspor
Senin, 14 Juli 2014 16:58 WIB
Ilustrasi - Proses pengolahan kelapa sawit jadi CPO. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan penunjukan Dino Patti Djalal sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII karena memiliki kemampuan diplomasi yang diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan perusahaan di tingkat internasional.
"Pengalaman diplomasi Dino bisa mendorong BUMN Perkebunan dalam rangka pengembangan ekspor produk kelapa sawit ke luar negeri," kata Dahlan, di Jakarta, Senin.
Dino yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu menggantikan Komisaris PTPN XIII, Setiyardi Budiono, Asisten Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.
Adapun Setiyardi Budiono diberhentikan karena yang bersangkutan sebagai Pimpinan Redaksi Tabloid Obor Rakyat menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik atau "black campaign" terhadap Capres Joko Widodo.
Menurut Dahlan, penempatan Dino menjadi komisaris di PTPN XIII yang masuk kategori BUMN kecil merupakan kesengajaan.
Sambil berseloroh, ia pun mengatakan Dino mengisi komisaris BUMN yang lowong dulu.
"Yang langsung ada ya itu dulu, yang besar-besar (BUMN) belum ada yang jadi tersangka," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro mengatakan Dino dianggap mampu melaksanakan tugas dewan komisaris untuk mengawal operasional bisnis.
Sebelumnya Dino pernah menjadi komisaris di PT Danareksa (Persero) saat sebelum yang bersangkutan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
"Pengalaman diplomasi Dino bisa mendorong BUMN Perkebunan dalam rangka pengembangan ekspor produk kelapa sawit ke luar negeri," kata Dahlan, di Jakarta, Senin.
Dino yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu menggantikan Komisaris PTPN XIII, Setiyardi Budiono, Asisten Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.
Adapun Setiyardi Budiono diberhentikan karena yang bersangkutan sebagai Pimpinan Redaksi Tabloid Obor Rakyat menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik atau "black campaign" terhadap Capres Joko Widodo.
Menurut Dahlan, penempatan Dino menjadi komisaris di PTPN XIII yang masuk kategori BUMN kecil merupakan kesengajaan.
Sambil berseloroh, ia pun mengatakan Dino mengisi komisaris BUMN yang lowong dulu.
"Yang langsung ada ya itu dulu, yang besar-besar (BUMN) belum ada yang jadi tersangka," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Menteri BUMN Imam A. Putro mengatakan Dino dianggap mampu melaksanakan tugas dewan komisaris untuk mengawal operasional bisnis.
Sebelumnya Dino pernah menjadi komisaris di PT Danareksa (Persero) saat sebelum yang bersangkutan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Pewarta : Oleh: Royke Sinaga
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Lingkungan Hidup cabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumut dan Sumbar
26 January 2026 16:08 WIB
Ratusan karyawan Mitra Ogan tuntut pelunasan gaji yang tertunggak 20 bulan
16 December 2025 17:23 WIB
Saat semangat bertemu peluang, PT Sawit Mas Sejahtera dukung bakat talenta kuliner daerah
29 October 2025 19:03 WIB
PT Bumi Andalas Permai bantu pengembangan UMKM di desa binaan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel
02 October 2025 16:03 WIB
PT Bumi Andalas Permai gelar sosialisasi pencegahan karhutla di desa binaan
15 September 2025 16:44 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB