10 menteri jadi tim sukses capres
Jumat, 6 Juni 2014 16:52 WIB
Pemilu 2014 (Antarasumsel.com)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Sepuluh menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tercatat menjadi tim sukses dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2014, demikian seperti diumumkan gabungan pemantau ICW, IBC, dan IPC di Gedung Bawaslu Jakarta, Jumat.
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Abdullah Dahlan mengatakan dengan adanya sejumlah menteri yang bergabung dengan kubu pasangan capres-cawapres, maka perlu ada pengawasan lebih ekstra terhadap pelaksanaan kampanye.
"Kondisi semacam ini kalau tidak terkawal dengan baik tentu dapat mencederai proses demokrasi di pelaskanaan Pilpres," kata Abdullah di Jakarta, Jumat.
Keberadaan sejumlah menteri dalam tim sukses peserta Pilpres tersebut dikhawatirkan dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di kementerian terkait untuk upaya pemenangan pasangan calon tertentu.
Sementara itu, Koordinator Indonesia Budget Center Roy Salam mengatakan dari 10 menteri tersebut lima di antaranya menggunakan anggaran dana bantuan sosial dengan total mencapai Rp5,4 triliun.
Oleh karena itu, Bawaslu harus melakukan kerja pengawasan lebih ekstra guna mencegah adanya penyalahgunaan wewenang, khususnya penggunaan anggaran bansos, oleh para pejabat negara tersebut.
"Dari pengamatan kami ada lima kementerian dengan total dana bansos mencapai Rp5 triliun, yang kelima menterinya menjadi anggota tim kampanye dan tim pemenangan pasangan calon peserta Pilpres," kata Roy Salam.
Pengawasan maksimal
Anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan pihaknya menghargai sikap tersebut dan akan mengupayakan pengawasan maksimal selama pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 ini.
"Bawaslu dalam hal ini mendapat 'support' dalam konteks melakukan pengawasan tentang bagaimana mengawasi kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota. Kami sangat 'concern' terhadap fasilitas milik Negara ini," kata Nasrullah.
Pejabat negara dan pejabat daerah yang berafiliasi dalam tim pemenangan pasangan calon peserta Pilpres harus diawasi ketat untuk menekan adanya upaya memobilisasi jajaran dan pemanfaatan fasilitas negara, termasuk anggaran bansos, guna upaya pemenangan pasangan tertentu.
Berikut 10 menteri yang tercatat dalam tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2014:
1. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Timses Prabowo-Hatta)
2. Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono (Timses Prabowo-Hatta)
3. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo (Timses Prabowo-Hatta)
4. Menteri Perindustrian MS Hidayat (Timses Prabowo-Hatta)
5. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar (Timses Prabowo-Hatta)
6. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri (Timses Prabowo-Hatta)
7. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz (Timses Prabowo-Hatta)
8. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Timses Jokowi-Jusuf Kalla)
9. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal Zaini (Timses Jokowi-Jusuf Kalla)
10. Menteri BUMN Dahlan Iskan (menyatakan dukungan kepada Jokowi-Jusuf Kalla).
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Abdullah Dahlan mengatakan dengan adanya sejumlah menteri yang bergabung dengan kubu pasangan capres-cawapres, maka perlu ada pengawasan lebih ekstra terhadap pelaksanaan kampanye.
"Kondisi semacam ini kalau tidak terkawal dengan baik tentu dapat mencederai proses demokrasi di pelaskanaan Pilpres," kata Abdullah di Jakarta, Jumat.
Keberadaan sejumlah menteri dalam tim sukses peserta Pilpres tersebut dikhawatirkan dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di kementerian terkait untuk upaya pemenangan pasangan calon tertentu.
Sementara itu, Koordinator Indonesia Budget Center Roy Salam mengatakan dari 10 menteri tersebut lima di antaranya menggunakan anggaran dana bantuan sosial dengan total mencapai Rp5,4 triliun.
Oleh karena itu, Bawaslu harus melakukan kerja pengawasan lebih ekstra guna mencegah adanya penyalahgunaan wewenang, khususnya penggunaan anggaran bansos, oleh para pejabat negara tersebut.
"Dari pengamatan kami ada lima kementerian dengan total dana bansos mencapai Rp5 triliun, yang kelima menterinya menjadi anggota tim kampanye dan tim pemenangan pasangan calon peserta Pilpres," kata Roy Salam.
Pengawasan maksimal
Anggota Bawaslu Nasrullah mengatakan pihaknya menghargai sikap tersebut dan akan mengupayakan pengawasan maksimal selama pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 ini.
"Bawaslu dalam hal ini mendapat 'support' dalam konteks melakukan pengawasan tentang bagaimana mengawasi kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota. Kami sangat 'concern' terhadap fasilitas milik Negara ini," kata Nasrullah.
Pejabat negara dan pejabat daerah yang berafiliasi dalam tim pemenangan pasangan calon peserta Pilpres harus diawasi ketat untuk menekan adanya upaya memobilisasi jajaran dan pemanfaatan fasilitas negara, termasuk anggaran bansos, guna upaya pemenangan pasangan tertentu.
Berikut 10 menteri yang tercatat dalam tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2014:
1. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Timses Prabowo-Hatta)
2. Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono (Timses Prabowo-Hatta)
3. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo (Timses Prabowo-Hatta)
4. Menteri Perindustrian MS Hidayat (Timses Prabowo-Hatta)
5. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar (Timses Prabowo-Hatta)
6. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri (Timses Prabowo-Hatta)
7. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz (Timses Prabowo-Hatta)
8. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (Timses Jokowi-Jusuf Kalla)
9. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmi Faisal Zaini (Timses Jokowi-Jusuf Kalla)
10. Menteri BUMN Dahlan Iskan (menyatakan dukungan kepada Jokowi-Jusuf Kalla).
Pewarta : Oleh: Fransiska Ninditya
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK sebut Gubenur Bengkulu gunakan uang korupsi untuk tim sukses pilkada
25 November 2024 11:23 WIB, 2024
Pelatih Brazil U-17 nilai sukses tim karena mampu jaga ritme permainan
20 November 2023 20:34 WIB, 2023
Tim Polda Sumatera Selatan sukses kibarkan merah putih di Gunung Dempo
17 August 2020 12:59 WIB, 2020
Erick Thohir optimistis pemerintah Jokowi lanjutkan komitmen pembangunan
04 January 2019 12:03 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Diskominfo OKI edukasi warga mencegah penipuan digital catut nama pejabat
11 September 2026 21:20 WIB
DPR dan DPD targetkan RUU Daerah Kepulauan tuntas dan disahkan pada 2026
11 September 2026 20:57 WIB
Polda Sumsel gandeng 85 peserta didik Sespim Polri perkuat penanganan karhutla
10 September 2026 7:33 WIB
Polres Banyuasin tangkap dua tersangka pembunuhan berencana dua remaja di Talang Kelapa
07 September 2026 12:41 WIB