Logo Header Antaranews Sumsel

Polda Sumsel gandeng 85 peserta didik Sespim Polri perkuat penanganan karhutla

Kamis, 10 September 2026 07:33 WIB
Image Print
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Polda Sumsel

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho di Palembang, Rabu, mengatakan sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

Langkah tersebut juga bersamaan dengan kegiatan praktik kerja dalam negeri (PKDN) dan kuliah kerja profesi (KKP) yang menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi para peserta didik untuk melihat secara langsung strategi serta praktik penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

"Penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh dan berkesinambungan, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum, hingga rehabilitasi lahan," ujarnya.

Ia menambahkan penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan.

Ia menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi dilakukan verifikasi melalui berbagai sarana, baik menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Berdasarkan data pada 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah dilakukan verifikasi ditemukan 31 titik api.

Dari hasil penanganan tersebut, luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare dan sebanyak 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Selain memperkuat pengerahan personel, Polda Sumsel terus mengembangkan langkah penanganan di lapangan, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta pengecekan dan pendinginan hingga malam hari guna memastikan bara api benar-benar padam.

Kehadiran para peserta didik Sespim dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sarana pembelajaran. Mereka juga diharapkan dapat memberikan masukan, inovasi, dan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran, maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan karhutla dapat semakin efektif dan Smaksimal,” katanya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026